Indonesiaku

AvatarMari kita berbagi ilmu. Semakin sering kita berbagi ilmu, kita semakin pandai, dan orang lain juga semakin pandai.

Amankah Kartu ATM Anda?

Hilangnya dana pemegang rekening yang memiliki kartu ATM di Kuta, Denpasar, secara misterius pada pertengahan Januari 2010 membangunkan para pengguna jasa perbankan dari mimpi indah yang meninabobokan bahwa sistem pengamanan transaksi ATM yang digunakan bank-bank di Indonesia sudah aman.

Selama ini, kasus-kasus yang muncul ke permukaan kebanyakan adalah kasus penipuan rekayasa sosial yang memanfaatkan keserakahan korbannya, seperti ditipu menang undian dan diminta mentransfer dana dari rekeningnya ke rekening penipu.
Sebelum kasus ini, kesan yang timbul di masyarakat adalah sistem pengamanan transaksi bank di ATM sangat aman karena hanya kartu ATM yang bersangkutan yang dapat digunakan untuk menarik dana dari rekeningnya.

Kalau ada kesalahan, berarti pemegang kartu yang memberikan kartu ATM dan PIN kepada orang lain dan bank secara sepihak dapat melakukan pendebetan rekening nasabah hanya mendasarkan pada verifikasi kesamaan data kartu magnetik milik nasabah dan PIN nasabah. Seharusnya bank berkewajiban untuk memberikan data pendukung yang independen, seperti rekaman CCTV pada saat transaksi dilakukan.

Apalagi dibandingkan dengan sistem transaksi perbankan melalui internet yang sering dituduh sebagai sarang penyamun sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus karena ancaman dari dunia maya yang tidak terlihat dikesankan lebih berbahaya dari ancaman di dunia nyata. Meskipun secara teknis pengamanan transaksi melalui internet yang menggunakan token (kalkulator PIN) sebenarnya jauh lebih aman daripada pengamanan transaksi melalui kartu ATM. Wajar saja, kebanyakan orang lebih takut setan daripada preman.

Teknologi lawas

Kenyataannya, teknologi kartu magnetik yang digunakan ATM saat ini adalah teknologi kuno yang ditemukan oleh IBM pada tahun 1960-an dan mulai di implementasikan sejak tahun 1972 oleh NBI (National BankAmericard Inc) yang kemudian berubah nama menjadi VISA dan meluas penggunaannya sampai hari ini.

Jika anda ingin mendapatkan perbandingan, teknologi kartu magnetik ini memiliki dua jenis. Pertama, teknologi perekaman lagu di kaset reel to reel analog yang saat ini sudah mulai menjadi barang kuno dan sudah bertransformasi menjadi digital dan disebarkan baik melalui keping CD atau online. Kedua, floppy disk drive (FDD) yang disimpan dalam bentuk disk magnetik dan bertransformasi menjadi penyimpanan dalam bentuk memori flash (UFD, USB flash disk).

Teknologi kartu magnetik memang sudah harus ditinggalkan dan sebenarnya hal ini sudah dilakukan para vendor kartu kredit (atas ”paksaan” dari Bank Indonesia) yang mulai mengimplementasikan Smart Card pada seluruh kartu kredit sejak Januari 2010. Namun, mungkin karena alasan ekonomis, bank-bank yang sebenarnya telah mendapatkan banyak keuntungan dari teknologi lawas ini tidak buru-buru menerapkan Smart Card pada kartu ATM.

Mungkin karena implementasi Smart Card membutuhkan penggantian hardware, baik kartu baru, mesin ATM, dan mesin debit yang tidak sedikit jumlahnya. Namun, apabila pertimbangan ekonomis mengalahkan pertimbangan keamanan, keputusan yang diambil oleh bank-bank ini cepat atau lambat akan menjadi bumerang bagi bank, terbukti dari munculnya kasus di Kuta ini dan bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar dari saat ini karena alat dan teknologi penyadapan dan pemalsuan kartu magnetik ini sudah sangat umum dan mudah didapatkan.

Proses keamanan

Jika nasabah dan bank selalu berhati-hati, mawas diri dan sadar sekuriti, kemungkinan terjadi insiden sekuriti akan dapat ditekan. Sebagai perbandingan, transaksi keuangan melalui internet secara teori sangat berbahaya karena, selain nasabah yang bersangkutan, ratusan juta orang di seluruh dunia terhubung ke internet yang sama dan tidak terhitung pelaku kriminal yang siap menerkam jika ada kesempatan.
Namun, terbukti karena semua pihak, baik bank maupun nasabah, sadar akan ancaman ini sehingga menjadi mawas diri dan mencari metode pengamanan yang memadai di mana salah satunya menggunakan token (two factor authentication) saat ini menjadikan transaksi di internet jauh lebih aman dibandingkan dengan transaksi menggunakan kartu ATM dan belum ada satu pun laporan yang sistem pengamanan dengan token ini berhasil di tembus.

Menurut pengamatan penulis, bank sebenarnya sudah menyadari akan adanya kelemahan pada pengamanan ATM ini, terbukti dengan dipasangnya alat anti-skimmer dan penutup keypad yang bertujuan untuk mempersulit penyadapan data, baik data kartu magnetik yang dapat disadap menggunakan skimmer (alat penyadap data kartu ATM magnetik) yang ditempelkan di mesin ATM persis di depan lubang memasukkan kartu ataupun data PIN yang biasanya disadap menggunakan kamera tersembunyi.

Namun, ternyata tidak semua mesin ATM dipasangi alat anti-skimmer dan penutup keypad sehingga teoretis lebih rentan disadap daripada mesin dengan anti-skimmer dan penutup keypad. Akan tetapi, sebenarnya hal ini bukan merupakan solusi permanen karena fungsi kartu ATM sekarang sudah lebih dari sekadar menarik uang di ATM, tetapi juga berfungsi sebagai kartu debit dan secara teknis lebih mudah menyadap data kartu pada kasir mesin debit dibandingkan dengan pada ATM.

Karena mesin debit sudah menyebar meluas dan dapat diakses dengan mudah tanpa pengawasan seperti mesin ATM dan mayoritas keypad pada alat debit sampai saat ini belum dipasangi penutup. Jika anda pengguna ATM dan kartu debit, ada baiknya menerapkan satu kebiasaan baru, yaitu tutupi keypad saat memasukkan PIN di mana pun, di ATM, kasir supermarket, atau ketika berbelanja ke Mangga Dua.

Bagi bank, penulis hanya memberikan satu saran yang harusnya sudah dilakukan dari tahun-tahun lalu. Segera ganti kartu-kartu ATM yang menggunakan teknologi magnetik kuno ini dengan kartu cip yang memiliki keuntungan utama mampu mengenkripsi data kartu dan selalu disiplin cadangkan dana untuk meng-update pengamanan ATM. Karena, sekali lagi, keamanan bukanlah sebuah produk, tetapi keamanan adalah sebuah proses.

Dikutip dari Kompas.COM (Oleh: Alfons Tanujaya)

Tips untuk mencegah ATM Security Breach:
1. Jika Bank Anda menyediakan, segera ganti kartu magnetik ATM anda dengan Kartu Magnetik dengan Chip.
1. Selalu Gunakan ATM di tempat yang ramai/aman (Ada Satpamnya).
2. Tutupi Jari anda pada saat mengetikkan pin.
3. Jangan beritahukan pin anda pada siapapun, walaupun niatnya terlihat baik.
4. Jika ada masalah dengan ATM, segera datangi atau hubungi Bank anda. Jika anda tidak mengingat nomornya, gunakan 108 untuk memperolehnya.
5. Ganti pin anda setiap 3 bulan sekali
6. Gunakan pin yang tidak ada kaitannya dengan informasi kartu identitas anda (misal: tgl lahir, nomor rumah, rt/rw, dsb)
7. Jika anda merasa ada yang aneh dengan bentuk mesin ATM (misal ada bag yang menonjol di slot kartu), urungkan niat anda untuk menggunakan ATM, dan hubungi Bank Anda segera.
8. Periksa saldo anda secara berkala, melalui cetak buku tabungan atau internet banking.

WiMAX Layu Sebelum Berkembang

Pertanyaan yang menarik dalam membahas WiMAX adalah apa yang bisa dilakukan? Pemerintah lebih senang mengatakan Broadband Wireless Access (BWA), tapi masyarakat lebih mengenal istilah WiMAX. Besarnya perkiraan belanja modal mengundang hal-hal politis.

Para oportunis ingin mengambil kesempatan sebesar-besarnya dengan menempuh cara sekasar-kasarnya. Masyarakat pun dibodohi dengan berita-berita yang mengarah pada kepentingan pihak-pihak tertentu. Rasanya waktu akan bicara, institusi penegak keadilan mungkin tidak tuli dan buta dan sudah bersiap-siap mengungkap hal tersebut.
Proteksi teknologi luar masuk ke Indonesia sama seperti memproteksi ilmu pengetahuan masuk, hanya orang bodoh yang akan melakukan hal tersebut. Memang pemerintah ini pandai menjawab, mereka akan mengatakan belum ada standardisasi teknis, bukan melarang masuk. Akankah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 2 tentang praktik monopoli mengenai persaingan usaha tidak sehat akan memiliki makna?

”Hotspot” pribadi

Bagi yang sering menikmati hotspot di kedai-kedai kopi ataupun menggunakan Wi-Fi akan sangat mengenal WiMAX. WiMAX ditujukan sebagai lanjutan. Fungsi dan kemudahannya mirip dengan Wi-Fi, tetapi memiliki kelebihan berupa jarak atau jangkauan. Kehebatan WiMAX akan seperti WiFi didukung tidak hanya membuat perangkat akses, tapi juga menyatukan perangkat atau cip WiMAX dengan perangkat lainnya.
Cip WiMAX dibenamkan pada komputer-komputer netbook yang harganya sangat terjangkau sehingga para pengguna tetap tersambung dengan dunia walau harus berpindah tempat (nomadik) dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke tempat kursus, dan sebagainya. Begitu jaringan WiMAX tersedia, maka para produsen komputer lokal juga siap meluncurkan perangkat terbaru yang mendukung WiFi dan WiMAX.

Penempatan cip WiMAX tidak hanya pada komputer, tapi juga merambah perangkat lain. Perangkat unik seperti personal hotspot merupakan perpaduan kecepatan WiMAX dan Wi-Fi. Dengan perangkat hanya sebesar kotak rokok, si pembawa seolah memiliki hotspot pribadi.

Perangkat-perangkat berbasis Wi-Fi, seperti pemutar musik, dapat bekerja secara online, mengunguh musik legal melalui internet semudah hitungan jari. Demikian pula kamera yang memiliki cip WiMAX ataupun WiFi, gambar yang direkam bisa langsung diberikan lokasi berbasis GPS dan diunggah ke situs sosial.
Tahun lalu, ada sebuah taksi yang sudah terkoneksi dengan WiMAX. Penumpang bisa membuka peta jalan, melihat informasi tempat yang akan dituju atau dilewatkan. Bahkan, bukan tidak mungkin, satu tahun ke depan surat kabar ini sudah berubah 360 derajat. Artikel ini akan berisi suara, gambar, ataupun video interaktif.
Ketersambungan

Kehadiran akses di manapun kita berada, maka keterhubungan dengan dunia semakin hadir di Indonesia. Sesuai dengan rencana kerja World Summit on the Information Society, konektivitas merupakan saran pemberdayaan utama guna pembangunan masyarakat informasi. Juga ditegaskan mengenai infrastruktur jaringan yang mudah diakses serta terjangkau dan menggunakan lebih banyak pita lebar.

Jika sebelumnya produsen bekerja sendiri menyebarluaskan teknologi informasi, jangkauan yang besar dari para operator dibantu para produsen komputer, maka penyebaran ketersambungan menjadi lebih mudah.

Tercatat beberapa produsen maupun organisasi lokal yang siap seperti PT Panggung Electronic Citrabuana, PT Olex Cables Indonesia, PT Berca Cakra Teknologi, PT Xirca Darma Persada, PT Realta Chakradarma, PT Jetcoms Netindo, PT LEN Industri, APKOMINDO, ASPILUKI, dan Wimax Forum Indonesia. Sayang sekali ada yang buta dan tuli yang tetap memaksakan teknologi ke dalam regulasi demi melindungi pihak-pihak tertentu.

Bagaimana bisa penentuan standardisasi tidak mengacu pada pandangan-pandangan masyarakat atau juga melihat perkembangan global yang ada sehingga regulator menutup telinga dan mata menetapkan teknologi yang sudah tertinggal jauh di belakang. Ibarat industri mobil, pemerintah sedang memaksakan penggunaan mobil dengan roda kayu.
Bahkan, dalam UU No 36/1999 Pasal 5 ayat 4 menyebutkan tentang peran asosiasi dalam pertelekomunikasian di Indonesia, seperti asosiasi pengguna jaringan dan jasa telekomunikasi. Apa yang terjadi bertolak belakang, asosiasi tidak pernah lagi didengarkan. Jadi, siapa yang salah kalau para industri menjadi pesimis dengan pemerintah?

Ujung tombak

Sejak awal, asosiasi ini yang sebenarnya menjadi ujung tombak penggelaran jaringan. Jika pemerintah mau terbuka, coba tanyakan kepada mereka satu demi satu. Apakah mereka memilih teknologi 16.d atau 16.e dengan kemampuan nomadik? Coba tanyakan kepada mereka, apakah mereka bisa membangun dengan kondisi gangguan frekuensi yang besar?

Coba tanyakan kepada diri sendiri, mengapa harus jualan tapi frekuensi yang dijual ada penghuninya? Dunia telekomunikasi merupakan ekosistem yang terdiri dari produsen, regulator, dan operator. Ketimpangan satu dari tiga bagian tidak disertakan akan menghambat pertumbuhan itu sendiri.

Buka mata soal pembayaran, baik yang sudah ataupun menunda pembayaran. Mereka semua memiliki hambatan terhadap regulasi yang bertentangan dengan UU No 36/1999. Berita yang ada saat ini menyudutkan mereka, padahal surat keberatan sudah mereka layangkan.
Apa yang salah dengan keberatan-keberatan mereka? Keberatan-keberatan mereka juga didukung oleh para produsen yang bukan ”ditunjuk pemerintah”. Tanyakan kerugian mereka per hari yang timbul karena regulasi yang menghambat. Tanyakan juga kepada para industri, baik perangkat, aplikasi, dan jasa yang tidak tertunda kesempatan berkembang.

Pengguna merupakan cermin yang paling tepat untuk memberikan masukan-masukan dan juga bisa sangat kejam jika layanannya tidak cocok bagi mereka. Tanyakan apakah mereka akan membeli produk WiMAX dengan harga di atas satu juta rupiah dan dengan ukuran besar seperti yang ada pada gambar kartun (itu kenyataan ukuran perangkat pelanggan 16.d)

Bagaimana pandangan para calon pengguna kepada pemerintah jika pemerintah memaksakan teknologi (16.d) seperti ini untuk dibeli dan digunakan? Jangan khawatir, segudang alasan sudah disiapkan untuk menentang pendapat para pengguna. Kita lupa, kendali tetap di tangan pengguna dan tidak ada satu pun yang berminat menggunakannya.

Dikutip dari Kompas.COM, Oleh: Paulus A

4 Cara Mengkontrol Penyebab Stres

Ketika tekanan hidup mulai menghimpit, antara pekerjaan, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, dan lainnya nampak mulai berat, diperlukan usaha lebih dan kemauan untuk menyeimbangkan hidup.

Dalam bukunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Barajas menceritakan tentang orang-orang yang memiliki tipe dualsentris. Orang-orang semacam ini menempatkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya dalam level yang sama. Dan ketika terjadi keseimbangan seperti ini, maka stres tak akan terlalu terasa menekan. Barajas menekankan 4 poin untuk membantu kita menyeimbangkan hidup;

1. Tetapkan batasan tegas antara pekerjaan dan sisa hidup Anda lainnya. Barajas mengatakan pentingnya untuk mendefinisikan garis antara rumah dan pekerjaan. Ketika orang yang memiliki dualsentris tadi bekerja, mereka fokus dalam pekerjaan. Ketika mereka pulang ke rumah, pekerjaan dan segala hal yang terkait dengannya ditinggalkan di kantor. Mereka jarang membawa pulang pekerjaan, dan tak membuka jalur komunikasi yang berurusan dengan pekerjaan di luar jam kantor.

2. Fokus dengan apa yang Anda kerjakan di saat ini. Berada di suatu tempat tidak berarti Anda bisa fokus dengan keadaan. Ketika Anda memberikan atensi terbesar di manapun Anda berada, secara fisik, mental, dan emosional, Anda akan mendapati bahwa Anda bisa memberi sekaligus mendapatkan lebih banyak, baik itu dari tugas kantor, maupun hubungan Anda. Usahakan untuk berada di suatu tempat dan fokus, jangan biarkan pikiran Anda mengembara ke mana-mana saat Anda seharusnya melakukan sesuatu.

3. Ambil waktu untuk beristirahat dan menyembuhkan diri. Akan sangat baik untuk bisa mencapai atau melebih ekspektasi di pekerjaan, namun yang tak kalah pentingnya untuk memperhatikan jangka panjang, yakni kesehatan Anda. Menjaga diri Anda adalah investasi jangka panjang yang amat berharga secara profesional dan personal. Barajas memberi saran untuk menciptakan sebuah atmosfer untuk kemungkinan hal ini. Manjakan diri Anda untuk me-recharge kembali energi Anda, dengan kata lain, jangan lupa untuk mencari ‘me-time’.

4. Tetapkan prioritas Anda. Ketika Anda merasa kelelahan kala bekerja, kenyataannya, Anda sudah kehilangan prioritas Anda. Anda harus memutuskan apa yang penting untuk Anda. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan menciptakan sebuah cetak biru hidup. Tetapkan apa tujuan hidup, peran yang ingin Anda emban, nilai-nilai, dan arti hubungan Anda. Ketika Anda mendesain cetak biru hidup Anda, kerjakan dan lakukan semampunya, niscaya stres akan menjauh dan hidup Anda lebih penuh. Tentunya ciptakan cetak biru dan cita-cita yang realistis agar tak menjadi beban yang berat di pundak Anda.