Friday, October 14, 2016

Pengalaman Belanja Smart Watch No.1 G5 di GearBest (China)

Hai Sobat,
Sebagai online shopaholic, saya sebisa mungkin keep update dengan keberadaan promo dan online shop terbaru yang bisa diakses di indonesia tercinta ini. 

Nah ceritanya, kemarin saat saya visit untuk check promo di Shopback.co.id tiba tiba sebuah situs yang namanya cukup familiar di luar sana, muncul juga di situs shopback. Promonya cukup menggiurkan, yakni cashback sebesar 15% jika pembelian dilakukan dengan menggunakan kartu visa. Akhirnya tanpa banyak ba-bi-bu, saya langsung membukan situs gearbest.com tersebut.

Secara layout, situs gearbest agak kurang meyakinkan, dan tapi setelah saya bandingkan harganya memang ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan aliexpress atau ebay. Selisihnya lumayan, bisa sekitar 5-10 dollar, apalagi kalau ada flash sale. Setelah, browsing beberapa lama, akhirnya saya menemukan 'korban' untuk saya jadikan uji coba transaksi pembelian di gearbest ha ha ha... ups....

Nah, ini dia penampakan barangnya sob:


Nah, di situs gearbest tertera bahwa harganya adalah US$ 24.68, tetapi karena saya pelanggan baru, saya mendapat potongan sekitar 1 dollar sehingga harganya menjadi US$ 23.62. Kalau dirupiahkan kurang lebih sekitar Rp 340 ribu-an. Wow, murah kan sob? Udah gitu gratis alias free ongkir (ongkos kirim) lagi ke Indonesia. Nah, langsung secepat kilat tangan saya bergerak untuk checkout dengan kartu kredit. Setelah beberapa kali klik, sms OTP (One-Time-Pin Secure-Visa atau kalau mastercard namanya 3D Secure) pun sampai ke hape saya, dan saya langsung input pin OTP tersebut, dan transaksi pun berhasil, dan saya menerima email konfirmasi dari gearbest.



Beberapa menit kemudian, ada bagian otorisasi dari bank penerbit kartu saya menghubungi via telepon, untuk konfirmasi transaksi. Aneh, biasanya saya tidak pernah diverifikasi saat transaksi di ebay maupun aliexpress. Tapi akhirnya transaksi saya berhasil diverifikasi dan disetujui oleh bagian otorisasi bank saya.

Dua hari setelah order, saya iseng-iseng cek status pengiriman, dan saya kaget setengah mati saat mengetahui kalau saya punya pesan inbox di situs gearbest dan saya tidak mendapat notifikasi apapun via email. Tapi yang bikin saya kaget itu isi pesannya, bahwa status pembayaran saya ditahan (on-Hold) dan mereka butuh verifikasi beberapa data. 





Saya pun me-reply data-data yang dibutuhkan (sekitaran alamat pengiriman dan bukti bahwa kartu yang digunakan transaksi adalah benar kartu saya, misalnya: billing statement dsb). Akhirnya, verifikasi pun disetujui oleh gearbest. Sore harinya, saya cek kembali status order, dan kali ini saya kembali shock, karena ternyata status order saya adalah 'Refunded' alias akan diretur. OMG!

Saya pun membuat tiket complain ke gearbest, dan menanyakan bla-bla-bla kenapa order saya direfund, dan jawaban mereka cukup menjengkelkan karena terlalu bertele-tele seperti berikut:




Tapi karena saya orang indonesia, saya tidak menyerah, dan terus membuat tiket baru dan terus followup lewat situs gearbest. Yang bikin repot sebetulnya setiap jawaban dari CS-nya tidak pernah ada notifikasi via email. Jadi kita harus rajin cek ke situsnya setiap beberapa waktu. Dan situsnya sepertinya tidak mengenal yang namanya cookie "Ingat Saya", karena setiap beberapa menit, saya harus login kembali dengan capcay nya yang kadang-kadang bikin keki. Setelah beberapa kali berkorespondensi tiket, tiba-tiba saya menerima pesan bahwa pesanan saya ternyata dalam pengiriman sejak beberapa hari yang lalu. DANG! Wah saya kembali shock tapi kali ini agak merasa lega. Dalam hati saya berpikir, ternyata selama ini cuma masalah komunikasi dan CS yang sangat tidak kompeten saja, toh nyatanya order saya tetap terproses dan terkirim.


Okeh, lanjut ke status pengiriman. Jasa ekspedisi yang digunakan oleh Gearbest adalah Netherland Post Surface Mail, dan saya juga tidak mengerti kenapa pakai jasa ekspedisi belanda, mungkin cuma namanya saja. Toh untuk tracking saya tetap harus ke situs http://www.sky56.cn dan nama dari situs itu beishisheng logistics:




Dan karena saya orang Indonesia yang rajin, setelah beberapa saat muncullah tracking seperti ini:



Electronic information,receive--22-Sep-2016 08:55 AM


Small package Center, receive--22-Sep-2016 10:55 AM



Parcel centre,sealing--22-Sep-2016 01:55 PM



Small package Center, left--22-Sep-2016 03:28 PM



Exchange Bureau, have been exported to open--23-Sep-2016 11:28 PM



Exchange Bureau, have been exported directly--24-Sep-2016 05:32 PM



Transit Center,left hand navigation--24-Sep-2016 11:05 PM



INDONESIA, Arrived --03-Oct-2016 11:05 PM



INDONESIA, the transfer of customs-- 04-Oct-2016 02:45 AM


Dan tanggal 13 oktober, paket sampailah ke alamat saya. Sebelumnya saya sempat deg-degan karena tidak ada perubahan status pengiriman sejak 04 Oktober (di Bea Cukai), berarti selama tanggal 4-12 oktober barang memang sudah tidak masuk lagi ke ranah ekspedisi gearbest. Padahal jika kita belanja pakai EMS, tracking di pengiriman pos juga akan masuk ke situ. Tapi ya sudahlah, yang penting barang sampai dengan selamat, yeeay!

Dan ini penampakannya, not bad buat 340 ribu kan sob?















Kesimpulannya, Gearbest ini sebetulnya cukup oke, terutama karena harga barangnya yang cukup murah, dibandingkan situs china lainnya. Tapi, memang kalau secara fasilitas (tracking, customer service) sangat minim, dan saya termasuk beruntung karena tidak ada problem barang terselip, gagal verifikasi, dlsb. Kalau ternyata saya mengalami masalah seperti itu, saya juga mungkin akan pasrah saja he he he. Jadi, saya kurang recommend untuk situs ini. Dan setelah saya membaca review-review gearbest di online sana, ternyata cukup banyak problem dengan gearbest ini. Dan ingat, problem pasti akan ada kalau kita sering belanja dari luar negeri, khususnya china. Tetapi yang mau saya garisbawahi adalah, kalau beli di gearbest, problem tersebut mungkin gak akan dapat solusinya, sedangkan kalau beli melalui ebay dan aliexpress, mereka cukup sigap untuk mediasi dispute. Solusinya? pakai PayPal, atau beli di situs selain gearbest. Tapi kalau sobat aware dengan resiko tersebut dan ingin tetap beli di gearbest karena murah, monggo saja...

Semoga bermanfaat!


Wednesday, September 14, 2016

Mencoba pake Vaporizer (Vape) untuk berhenti merokok

Tidak terasa sudah 6 bulan lebih saya mencoba berhenti merokok dengan menggunakan Vaporizer atau Rokok Elektrik. Dan kali ini saya mencoba berbagi pengalaman saya ke sobat mudah-mudahan bisa meng-inspirasi yang heavy smoker seperti saya dulu :) 

Ya, saya dulu bisa menghabiskan hingga 1.5 bungkus rokok Ma***ro Menthol per harinya lho. 

Mau berhenti merokok? susah berhenti merokok? Sobat bisa ikuti metode saya. Awalnya saya mencoba untuk berhenti total tanpa alat bantu, tetapi ternyata di 3 hari pertama saya merasa sangat tersiksa, dan saya hanya berbekal 1 puntung rokok yang hanya di-emut-emut he he. Akhirnya saya mencoba alat bantu transisi berhenti merokok dengan yang namanya Vaporizer.


Banyak orang yang awalnya mencibir (dan masih tetap skeptis sampai sekarang he he) dengan yang namanya Vaporizer, rata-rata hanya karena alat tersebut awalnya dikenal dengan nama "Rokok Elektrik". Jadi hanya karena ada embel-embel "Rokok"-nya, lalu langsung deh orang cap negatif. Nah, niat saya menulis ini bukan untuk berdebat mengenai benar atau salahnya, tetapi untuk pengetahuan sobat aja supaya gak kaget.

Siapkan mental, karena akan ada 2 kubu yang berseberangan dengan sobat:



1. Dari sisi non perokok
Biasanya mereka berpendapat bahwa vape itu berasap, dan karena itu tetap berbahaya. Dan sering kali mereka bilang "Katanya kan mengandung zat berbahaya". Nah kalau sudah gini sobat gak perlu ragu, saya sendiri sudah mencoba meracik dari semua bahan-bahan yang food grade semua, malah kadang saya campur dengan obat batuk. Dan Vape bukan alat pembakaran, tetapi alat penguapan. Jadi yang tampak seperti asap itu adalah uap. Dan kalau sobat ingin uapnya tidak kelihatan bisa juga kok, tinggal hisap, lalu telan:) 

Yang penting, niatkan bahwa alat ini adalah hanya untuk transisi, bukan pengganti. Katakan juga bahwa, seburuk-buruknya Vape, apakah masih lebih buruk dari Rokok konvensional. Mintalah dukungan dari mereka supaya jangan men-judge negatif terlebih dahulu tanpa sumber yang valid, atau jangan-jangan mereka ingin sobat tetap merokok? Coba tanya deh yang jujur pasti mereka akan diam seribu bahasa he he he :)



2. Dari sisi perokok
Nah kalau dari sudut pandang perokok, biasanya mereka berpendapat bahwa Vape rasanya beda dengan rokok, jadi yang menggunakan Vape nantinya pasti akan beralih lagi ke Rokok konvensional. Mereka juga mengganggap bahwa Vape tidak lebih aman dari rokok. Nah sobat bisa mengatakan jawaban yang sama seperti saat menjawab keraguan dari non perokok di atas. Intinya sih, biasanya mereka hanya iri kok, karena teman rokoknya berkurang satu ha ha... Kalau begini, sobat bisa bilang bahwa tanpa merokok, dengan vape-pun tetap bisa jadi teman nongkrong atau teman ngopi kok.

Setelah 1 bulan lepas dari rokok, saya merasa addicted saya untuk merokok (terutama saat selesai makan), benar-benar hilang. Dan saya pun hanya ingin vaping saat benar-benar nganggur aja. Itupun bukan di tempat umum (males aja kalau ada yang nanya: "Itu apa yah mas" he he he). Jadi akhirnya saya justru menghindari tempat umum untuk vaping, dan hanya vaping di lokasi pribadi, yaitu toilet ( "Me Time" :), kabin mobil, dan kamar kerja di rumah.

Berikut adalah beberapa tips yang kalau akhirnya sobat memilih Vape untuk alat berhenti merokok:

1. Niatkan bahwa Vape hanya untuk transisi

2. Jangan beli yang mahal, beli yang murah aja dulu (saya beli yang 30 ribu 2 buah untuk cadangan), pelajari cara kerja vape dan cara merawatnya, supaya hemat. Percuma kalau pengeluaran untuk Vape akhirnya sama dengan rokok

3. Beli liquid yang biasa aja, sedikit-sedikit belajar bagaimana cara untuk meracik sendiri agar lebih aman. Pelajari apa isi liquid agar sobat lebih mengenal dan akhirnya lebih pede dengan liquid tersebut.

4. Jangan terpengaruh 2 pihak di atas, karena keuntungan maupun resiko juga sobat sendiri yang menanggung. Dan berdasarkan pengalaman saya, lebih banyak manfaat nya kok dibandingkan mudharat, apalagi kalau dibandingkan rokok konvensional

5. Di minggu pertama, jangan langsung menjauhi komunitas perokok, tapi tetap bergabung tapi dengan menghisap vape. Pastikan selalu baterai vape dalam kondisi fully charged, dan liquid tank terisi cukup.

6. Sobat bisa memanfaatkan aplikasi android / ios seperti QuitNow, StopSmoking, dsb. Yang bisa memotivasi sobat dengan kalimat penyemangat serta juga dengan informasi berapa banyak penghematan yang sobat sudah sejak hari pertama berhenti merokok.

7. Reward yourself, setelah beberapa lama, ajaklah orang kesayangan untuk makan bersama di tempat enak, atau beli barang tertentu seperti gadget atau lainnya sebagai hadiah untuk sobat. Usahakan nilai barangnya tidak melebihi penghematan yang sudah sobat lakukan. Percaya deh, sobat akan kaget sendiri dengan apa yang sobat bisa beli dari penghematan tersebut :)

8. Sediakan permen di kantong untuk cadangan :)

9. Nikmati hidup dengan lebih baik :)

Sekian pengalaman saya, semoga bermanfaat :)

Monday, August 1, 2016

8 Tips Penting Belanja Online - Edukasi Konsumen

Hai Online Shoppers!,
Baik pemula maupun yang sudah sering belanja online, pastinya memiliki resiko yang sama saat melakukan belanja online. Perbedaannya adalah untuk yang sudah sering belanja, biasanya sudah memiliki trik jitu (atau bahasa kerennya mitigasi) untuk meminimalkan resiko tersebut.

Buat yang belum tahu, ada beberapa resiko belanja online

1.  Resiko Finansial
Untuk jenis ini jelas resikonya adalah kehilangan uang, bentuknya antara lain (Di-urut dari yang paling extrim ke yang lebih ringan):
- Penipuan, dalam bentuk pemalsuan website, iklan palsu, iming-iming harga murah dsb, biasanya jenis ini banyak dilakukan untuk pembelian online ke situs / penjual yang tidak punya reputasi baik.

- Selisih Harga, ini sebenernya bukan resiko, tetapi tetap saja kalau kita belanja di tempat A, lalu kemudian kita tahu kalau di tempat B ternyata lebih murah, kan ada perasaan menyesal gimana gitu....

- Selisih Ongkir, kerugian akibat perbedaan jasa atau servis ekspedisi yang digunakan

2. Resiko  Waktu Terbuang
Misalnya: 
- Pengiriman atau Pelayanan lama
- Barang tidak dikirim-kirim ternyata stok habis lalu refund
- Barang yang dikirim tidak sesuai ekspektasi, sehingga harus retur. Bahkan jika dispute berlarut-larut, bisa menyebabkan kerugian finansial juga...

Nah untuk meminimalkan resiko di atas, maka kita perlu untuk mengetahui beberapa hal. Kali ini saya mencoba berbagi 8 buah tips berdasarkan pengalaman saya pribadi, cekidot sob... :

1. Hanya belanja di situs yang sudah jelas reputasinya, atau gunakan rekber
Kalo ini saya yakin sebagian besar sudah pada paham dah... Jangan sekali-sekali transaksi (transfer / input nomor kartu kredit/debit) dengan situs / penjual yang sama sekali belum jelas. Hati-hati dengan harga miring, percuma harga murah kalau ternyata cuma untuk ditipu sob...

2. Bandingkan harga
Kelebihan online adalah kita bisa membandingkan harga di beberapa tempat sekaligus untuk produk yang persis sama. Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, biasakan untuk sortir berdasarkan harga termurah. Beberapa situs mungkin tidak punya opsi ini, atau search engine nya kadang bikin garuk-garuk kepala. 

Tetapi, lebih baik teliti daripada menyesal kemudian. Jangan lupa untuk membandingkan harga antar situs online, beberapa merchant kadang berjualan di beberapa Situs online, dan kadang (saya juga heran) harganya bisa berbeda-beda. Kalau mau cepat bisa searching di google sbb: "Jual Kamera X harga rp" nanti akan muncul dari bermacam-macam situs sob...

3. Perhatikan reputasi Situs & Seller dan review pembeli
Selidik punya seliditk, beberapa situs besar juga menyertakan penjual atau seller perorangan (mereka menamakannya sebagai merchant). Ada merchant yang memiliki website sendiri dan ada juga yang memiliki toko di marketplace. Biasanya merchant yang menjual di beberapa situs besar merupakan penjual yang dapat dipercaya, tapi untuk lebih tepatnya, jangan lupa baca review produk yang dijual yah sob. 

Dan anehnya, seringkali harga bisa lebih murah di marketplace (Toko***dia, Buk***pak) dibandingkan di situs besar (La**da, Mata**mall, Bl***li), tapi jangan lupa untuk memperhitungkan Ongkir yah, karena untuk item-item yang berukuran cukup besar atau berat, bisa jadi kalau beli situs besar malah lebih untung lho!

4. Manfaatkan Diskon/Voucher, program loyalty dan promo
Saking seringnya melihat harga coret (diskon) di toko online, saya sekarang sampai sudah tidak percaya lagi dengan angka tersebut he he, kebangetan banget markup nya. Tapi kalau Voucher, lain lagi ceritanya sob. Dengan menggunakan voucher, harga bisa benar-benar lebih murah lho sob! Jadi kalau punya voucher, jangan ragu-ragu untuk langsung digunakan. 

Promo lainnya seperti Gratis Ongkir, cicilan 0% juga patut menjadi pertimbangan. Beberapa situs online shop besar juga memiliki sistem loyalty poin yang nantinya dapat ditukarkan dengan voucher, asyik kan?

5. Gunakan pembayaran yang paling nyaman dan aman
Buat yang memiliki e-banking, langsung pakai aja. Bisa juga menggunakan Kartu Kredit, tapi mesti hati-hati karena tidak semua OL Shop menggunakan 3D Secure (Sistem transaksi yang diproteksi dengan SMS OTP), dan JANGAN PERNAH menyimpan info kartu kredit di situs belanja online. Gunakan kartu dengan limit atau plafond yang paling kecil untuk meminimalkan resiko. 

Kalau mau bayar di payment poin (seperti mini market atau kantor pos) juga bisa, atau kalau masih prefer transfer bank ya silahkan. Tapi intinya, kalau belanja online masih harus keluar rumah untuk pembayaran berarti belum afdol belanja online nya tuh he he he

6. Jangan malas untuk retur, complain, serta feedback demi kebaikan dunia online
Sayangnya, banyak seller di indonesia tidak mau bertanggung jawab akan produknya selepas pengiriman. Bahkan beberapa toko kalau diberi rating rendah tidak mau melayani retur / komplain sama sekali. Dibandingkan ebay, mungkin online shopping kita masih belum matured. Nah, tapi jangan khawatir, mau itu salah di ekspedisi atau seller, konsumen tetap memiliki hak untuk menerima produk sesuai dengan yang dijanjikan. 

Makanya, kalau sobat membeli produk dengan nilai cukup mahal, biasakan foto / videokan saat unboxing / membuka paket, sebagai bukti (nantinya bisa juga dipasang di youtube lho!). Jika ada yang kurang / rusak/ hilang, manfaatkan fitur komplain yang tersedia di situs online, dan pastikan luangkan waktu untuk menyelesaikan kasus sampai tuntas. Nah, di sisi lain, jika pelayanan dan respon seller memuaskan, jangan lupa untuk memberikan feedback, jadi adil deh. Demi kebaikan dunia online sob!

7. Bisa juga dari situs luar negeri lho
Untuk barang tertentu yang nilainya tidak terlalu besar di situes seperti ebay.com dan aliexpress.com, banyak yang ongkirnya gratis dan juga dilengkapi dengan buyer protection. Kelemahannya cuma satu, yaitu waktu pengiriman yang jauh lebih lama. Pengalaman saya, paling cepat 2 minggu, dan paling lama sekitar 40 hari, tetapi ini sangat tergantung dari negara asal shipper nya (yang paling lama itu yang dari eropa atau inggris). Tapi kalau sobat tidak butuh buru-buru, kualitas barang vs harga yang ditawarkan bisa benar-benar worth the wait. Dan asyiknya lagi, sobat bisa membeli barang yang belum tentu di ada di pasar lokal.


8. Manfaatkan program referral (Shopback, dsb)
Nah untuk program ini mungkin banyak yang belum tahu. Dengan Shopback, sobat bisa mendapatkan cashback (3% s/d 15%) setiap belanja di situs online yang sudah bekerja sama lho, meskipun di situs tersebut sedang tidak ada promo. Bahkan kalau sobat punya voucher untuk situs tersebut, sobat tetap bisa menggunakan voucher dan tetap mendapatkan cashback. Cashback ini nantinya dapat dikumpulkan dan ditransfer ke rekening kita. Asyik kan? Buruan daftar sob, Klik ke ShopBack.co.id untuk daftar yah...

Khusus untuk situs yang berjenis marketplace, di mana terdapat media untuk berkomunikasi antara buyer dan seller secara langsung, maka ada tambahan tips sebagai berikut sob:

1. Malu bertanya stok, barang tak jalan
Biasakan bertanya dulu ke seller, apakah ready stok, terutama untuk seller yang penjualannya masih sedikit. Ini juga sekalian untuk ngetes apakah seller termasuk rajin membaca pesan / diskusi. Tanya beberapa seller sekaligus, dan dahulukan seller yang menjawab lebih dulu, karena biasanya pelayanannya akan lebih cepat.

2. Perhatikan juga Harga + Ongkir + Biaya Administrasi
Selisih antara jasa ekspedisi saat ini tidak terlalu jauh, jadi kalau bisa dapat ekspedisi yang lebih murah, kenapa tidak? Perhatikan juga bahwa beberapa seller menetapkan Harga yang lebih murah, padahal buyer juga dikenakan Biaya Administrasi misalnya Rp 2000 atau Rp5000, kan jatuhnya jadi sama aja boong tuh...

3. Harga Murah belum tentu lebih baik
Percuma kalau harga murah tetapi ternyata penjual tidak respon sama sekali sehingga akhirnya refund. Jadi tetap perhatikan statistik penjualan, jumlah review positif, dan juga komentar penjual sebelum memutuskan membeli produknya yah sob...
Nah, seiring dengan bertambahnya pengalaman berbelanja, intinya jangan takut belanja online, asalkan sobat sudah mengerti mana yang boleh dan mana yang jangan dilakukan. Belanja online itu selain menjadi trend, juga akan menjadikan hidup lebih produktif karena kita gak perlu bermacet-macet ria. Selain itu kita juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi ribuan orang (Dari sisi seller/wirausaha, jasa ekspedisi, dsb), dibandingkan kalau kita belanja ke supermarket (yang pastinya miliki perorangan) atau toko biasa (resiko harga kemahalan kalo gak nawar he he)....

Semoga bermanfaat...