<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108</id><updated>2011-11-27T15:22:01.819-08:00</updated><category term='Career Development'/><category term='My View'/><category term='Review'/><title type='text'>Indonesiaku</title><subtitle type='html'>Mari kita berbagi ilmu. Semakin sering kita berbagi ilmu, kita semakin pandai, dan orang lain juga semakin pandai.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-1407881849440962061</id><published>2010-02-07T15:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T15:33:43.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Amankah Kartu ATM Anda?</title><content type='html'>Hilangnya dana pemegang rekening yang memiliki kartu ATM di Kuta, Denpasar, secara misterius pada pertengahan Januari 2010 membangunkan para pengguna jasa perbankan dari mimpi indah yang meninabobokan bahwa sistem pengamanan transaksi ATM yang digunakan bank-bank di Indonesia sudah aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kasus-kasus yang muncul ke permukaan kebanyakan adalah kasus penipuan rekayasa sosial yang memanfaatkan keserakahan korbannya, seperti ditipu menang undian dan diminta mentransfer dana dari rekeningnya ke rekening penipu.&lt;br /&gt;Sebelum kasus ini, kesan yang timbul di masyarakat adalah sistem pengamanan transaksi bank di ATM sangat aman karena hanya kartu ATM yang bersangkutan yang dapat digunakan untuk menarik dana dari rekeningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada kesalahan, berarti pemegang kartu yang memberikan kartu ATM dan PIN kepada orang lain dan bank secara sepihak dapat melakukan pendebetan rekening nasabah hanya mendasarkan pada verifikasi kesamaan data kartu magnetik milik nasabah dan PIN nasabah. Seharusnya bank berkewajiban untuk memberikan data pendukung yang independen, seperti rekaman CCTV pada saat transaksi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dibandingkan dengan sistem transaksi perbankan melalui internet yang sering dituduh sebagai sarang penyamun sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus karena ancaman dari dunia maya yang tidak terlihat dikesankan lebih berbahaya dari ancaman di dunia nyata. Meskipun secara teknis pengamanan transaksi melalui internet yang menggunakan token (kalkulator PIN) sebenarnya jauh lebih aman daripada pengamanan transaksi melalui kartu ATM. Wajar saja, kebanyakan orang lebih takut setan daripada preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknologi lawas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, teknologi kartu magnetik yang digunakan ATM saat ini adalah teknologi kuno yang ditemukan oleh IBM pada tahun 1960-an dan mulai di implementasikan sejak tahun 1972 oleh NBI (National BankAmericard Inc) yang kemudian berubah nama menjadi VISA dan meluas penggunaannya sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin mendapatkan perbandingan, teknologi kartu magnetik ini memiliki dua jenis. Pertama, teknologi perekaman lagu di kaset reel to reel analog yang saat ini sudah mulai menjadi barang kuno dan sudah bertransformasi menjadi digital dan disebarkan baik melalui keping CD atau online. Kedua, floppy disk drive (FDD) yang disimpan dalam bentuk disk magnetik dan bertransformasi menjadi penyimpanan dalam bentuk memori flash (UFD, USB flash disk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi kartu magnetik memang sudah harus ditinggalkan dan sebenarnya hal ini sudah dilakukan para vendor kartu kredit (atas ”paksaan” dari Bank Indonesia) yang mulai mengimplementasikan Smart Card pada seluruh kartu kredit sejak Januari 2010. Namun, mungkin karena alasan ekonomis, bank-bank yang sebenarnya telah mendapatkan banyak keuntungan dari teknologi lawas ini tidak buru-buru menerapkan Smart Card pada kartu ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena implementasi Smart Card membutuhkan penggantian hardware, baik kartu baru, mesin ATM, dan mesin debit yang tidak sedikit jumlahnya. Namun, apabila pertimbangan ekonomis mengalahkan pertimbangan keamanan, keputusan yang diambil oleh bank-bank ini cepat atau lambat akan menjadi bumerang bagi bank, terbukti dari munculnya kasus di Kuta ini dan bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar dari saat ini karena alat dan teknologi penyadapan dan pemalsuan kartu magnetik ini sudah sangat umum dan mudah didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses keamanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nasabah dan bank selalu berhati-hati, mawas diri dan sadar sekuriti, kemungkinan terjadi insiden sekuriti akan dapat ditekan. Sebagai perbandingan, transaksi keuangan melalui internet secara teori sangat berbahaya karena, selain nasabah yang bersangkutan, ratusan juta orang di seluruh dunia terhubung ke internet yang sama dan tidak terhitung pelaku kriminal yang siap menerkam jika ada kesempatan.&lt;br /&gt;Namun, terbukti karena semua pihak, baik bank maupun nasabah, sadar akan ancaman ini sehingga menjadi mawas diri dan mencari metode pengamanan yang memadai di mana salah satunya menggunakan token (two factor authentication) saat ini menjadikan transaksi di internet jauh lebih aman dibandingkan dengan transaksi menggunakan kartu ATM dan belum ada satu pun laporan yang sistem pengamanan dengan token ini berhasil di tembus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamatan penulis, bank sebenarnya sudah menyadari akan adanya kelemahan pada pengamanan ATM ini, terbukti dengan dipasangnya alat anti-skimmer dan penutup keypad yang bertujuan untuk mempersulit penyadapan data, baik data kartu magnetik yang dapat disadap menggunakan skimmer (alat penyadap data kartu ATM magnetik) yang ditempelkan di mesin ATM persis di depan lubang memasukkan kartu ataupun data PIN yang biasanya disadap menggunakan kamera tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata tidak semua mesin ATM dipasangi alat anti-skimmer dan penutup keypad sehingga teoretis lebih rentan disadap daripada mesin dengan anti-skimmer dan penutup keypad. Akan tetapi, sebenarnya hal ini bukan merupakan solusi permanen karena fungsi kartu ATM sekarang sudah lebih dari sekadar menarik uang di ATM, tetapi juga berfungsi sebagai kartu debit dan secara teknis lebih mudah menyadap data kartu pada kasir mesin debit dibandingkan dengan pada ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mesin debit sudah menyebar meluas dan dapat diakses dengan mudah tanpa pengawasan seperti mesin ATM dan mayoritas keypad pada alat debit sampai saat ini belum dipasangi penutup. Jika anda pengguna ATM dan kartu debit, ada baiknya menerapkan satu kebiasaan baru, yaitu tutupi keypad saat memasukkan PIN di mana pun, di ATM, kasir supermarket, atau ketika berbelanja ke Mangga Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bank, penulis hanya memberikan satu saran yang harusnya sudah dilakukan dari tahun-tahun lalu. Segera ganti kartu-kartu ATM yang menggunakan teknologi magnetik kuno ini dengan kartu cip yang memiliki keuntungan utama mampu mengenkripsi data kartu dan selalu disiplin cadangkan dana untuk meng-update pengamanan ATM. Karena, sekali lagi, keamanan bukanlah sebuah produk, tetapi keamanan adalah sebuah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kompas.COM (Oleh: Alfons Tanujaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips untuk mencegah ATM Security Breach:&lt;br /&gt;1. Jika Bank Anda menyediakan, segera ganti kartu magnetik ATM anda dengan Kartu Magnetik dengan Chip.&lt;br /&gt;1. Selalu Gunakan ATM di tempat yang ramai/aman (Ada Satpamnya).&lt;br /&gt;2. Tutupi Jari anda pada saat mengetikkan pin.&lt;br /&gt;3. Jangan beritahukan pin anda pada siapapun, walaupun niatnya terlihat baik.&lt;br /&gt;4. Jika ada masalah dengan ATM, segera datangi atau hubungi Bank anda. Jika anda tidak mengingat nomornya, gunakan 108 untuk memperolehnya.&lt;br /&gt;5. Ganti pin anda setiap 3 bulan sekali&lt;br /&gt;6. Gunakan pin yang tidak ada kaitannya dengan informasi kartu identitas anda (misal: tgl lahir, nomor rumah, rt/rw, dsb)&lt;br /&gt;7. Jika anda merasa ada yang aneh dengan bentuk mesin ATM (misal ada bag yang menonjol di slot kartu), urungkan niat anda untuk menggunakan ATM, dan hubungi Bank Anda segera.&lt;br /&gt;8. Periksa saldo anda secara berkala, melalui cetak buku tabungan atau internet banking.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-1407881849440962061?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/1407881849440962061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=1407881849440962061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1407881849440962061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1407881849440962061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2010/02/amankah-kartu-atm-anda.html' title='Amankah Kartu ATM Anda?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-9021675765013233537</id><published>2010-02-07T15:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T15:24:36.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>WiMAX Layu Sebelum Berkembang</title><content type='html'>Pertanyaan yang menarik dalam membahas WiMAX adalah apa yang bisa dilakukan? Pemerintah lebih senang mengatakan Broadband Wireless Access (BWA), tapi masyarakat lebih mengenal istilah WiMAX. Besarnya perkiraan belanja modal mengundang hal-hal politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para oportunis ingin mengambil kesempatan sebesar-besarnya dengan menempuh cara sekasar-kasarnya. Masyarakat pun dibodohi dengan berita-berita yang mengarah pada kepentingan pihak-pihak tertentu. Rasanya waktu akan bicara, institusi penegak keadilan mungkin tidak tuli dan buta dan sudah bersiap-siap mengungkap hal tersebut.&lt;br /&gt;Proteksi teknologi luar masuk ke Indonesia sama seperti memproteksi ilmu pengetahuan masuk, hanya orang bodoh yang akan melakukan hal tersebut. Memang pemerintah ini pandai menjawab, mereka akan mengatakan belum ada standardisasi teknis, bukan melarang masuk. Akankah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 2 tentang praktik monopoli mengenai persaingan usaha tidak sehat akan memiliki makna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Hotspot” pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sering menikmati hotspot di kedai-kedai kopi ataupun menggunakan Wi-Fi akan sangat mengenal WiMAX. WiMAX ditujukan sebagai lanjutan. Fungsi dan kemudahannya mirip dengan Wi-Fi, tetapi memiliki kelebihan berupa jarak atau jangkauan. Kehebatan WiMAX akan seperti WiFi didukung tidak hanya membuat perangkat akses, tapi juga menyatukan perangkat atau cip WiMAX dengan perangkat lainnya.&lt;br /&gt;Cip WiMAX dibenamkan pada komputer-komputer netbook yang harganya sangat terjangkau sehingga para pengguna tetap tersambung dengan dunia walau harus berpindah tempat (nomadik) dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke tempat kursus, dan sebagainya. Begitu jaringan WiMAX tersedia, maka para produsen komputer lokal juga siap meluncurkan perangkat terbaru yang mendukung WiFi dan WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan cip WiMAX tidak hanya pada komputer, tapi juga merambah perangkat lain. Perangkat unik seperti personal hotspot merupakan perpaduan kecepatan WiMAX dan Wi-Fi. Dengan perangkat hanya sebesar kotak rokok, si pembawa seolah memiliki hotspot pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat-perangkat berbasis Wi-Fi, seperti pemutar musik, dapat bekerja secara online, mengunguh musik legal melalui internet semudah hitungan jari. Demikian pula kamera yang memiliki cip WiMAX ataupun WiFi, gambar yang direkam bisa langsung diberikan lokasi berbasis GPS dan diunggah ke situs sosial.&lt;br /&gt;Tahun lalu, ada sebuah taksi yang sudah terkoneksi dengan WiMAX. Penumpang bisa membuka peta jalan, melihat informasi tempat yang akan dituju atau dilewatkan. Bahkan, bukan tidak mungkin, satu tahun ke depan surat kabar ini sudah berubah 360 derajat. Artikel ini akan berisi suara, gambar, ataupun video interaktif.&lt;br /&gt;Ketersambungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran akses di manapun kita berada, maka keterhubungan dengan dunia semakin hadir di Indonesia. Sesuai dengan rencana kerja World Summit on the Information Society, konektivitas merupakan saran pemberdayaan utama guna pembangunan masyarakat informasi. Juga ditegaskan mengenai infrastruktur jaringan yang mudah diakses serta terjangkau dan menggunakan lebih banyak pita lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelumnya produsen bekerja sendiri menyebarluaskan teknologi informasi, jangkauan yang besar dari para operator dibantu para produsen komputer, maka penyebaran ketersambungan menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat beberapa produsen maupun organisasi lokal yang siap seperti PT Panggung Electronic Citrabuana, PT Olex Cables Indonesia, PT Berca Cakra Teknologi, PT Xirca Darma Persada, PT Realta Chakradarma, PT Jetcoms Netindo, PT LEN Industri, APKOMINDO, ASPILUKI, dan Wimax Forum Indonesia. Sayang sekali ada yang buta dan tuli yang tetap memaksakan teknologi ke dalam regulasi demi melindungi pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa penentuan standardisasi tidak mengacu pada pandangan-pandangan masyarakat atau juga melihat perkembangan global yang ada sehingga regulator menutup telinga dan mata menetapkan teknologi yang sudah tertinggal jauh di belakang. Ibarat industri mobil, pemerintah sedang memaksakan penggunaan mobil dengan roda kayu.&lt;br /&gt;Bahkan, dalam UU No 36/1999 Pasal 5 ayat 4 menyebutkan tentang peran asosiasi dalam pertelekomunikasian di Indonesia, seperti asosiasi pengguna jaringan dan jasa telekomunikasi. Apa yang terjadi bertolak belakang, asosiasi tidak pernah lagi didengarkan. Jadi, siapa yang salah kalau para industri menjadi pesimis dengan pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ujung tombak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, asosiasi ini yang sebenarnya menjadi ujung tombak penggelaran jaringan. Jika pemerintah mau terbuka, coba tanyakan kepada mereka satu demi satu. Apakah mereka memilih teknologi 16.d atau 16.e dengan kemampuan nomadik? Coba tanyakan kepada mereka, apakah mereka bisa membangun dengan kondisi gangguan frekuensi yang besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tanyakan kepada diri sendiri, mengapa harus jualan tapi frekuensi yang dijual ada penghuninya? Dunia telekomunikasi merupakan ekosistem yang terdiri dari produsen, regulator, dan operator. Ketimpangan satu dari tiga bagian tidak disertakan akan menghambat pertumbuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka mata soal pembayaran, baik yang sudah ataupun menunda pembayaran. Mereka semua memiliki hambatan terhadap regulasi yang bertentangan dengan UU No 36/1999. Berita yang ada saat ini menyudutkan mereka, padahal surat keberatan sudah mereka layangkan.&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan keberatan-keberatan mereka? Keberatan-keberatan mereka juga didukung oleh para produsen yang bukan ”ditunjuk pemerintah”. Tanyakan kerugian mereka per hari yang timbul karena regulasi yang menghambat. Tanyakan juga kepada para industri, baik perangkat, aplikasi, dan jasa yang tidak tertunda kesempatan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna merupakan cermin yang paling tepat untuk memberikan masukan-masukan dan juga bisa sangat kejam jika layanannya tidak cocok bagi mereka. Tanyakan apakah mereka akan membeli produk WiMAX dengan harga di atas satu juta rupiah dan dengan ukuran besar seperti yang ada pada gambar kartun (itu kenyataan ukuran perangkat pelanggan 16.d)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan para calon pengguna kepada pemerintah jika pemerintah memaksakan teknologi (16.d) seperti ini untuk dibeli dan digunakan? Jangan khawatir, segudang alasan sudah disiapkan untuk menentang pendapat para pengguna. Kita lupa, kendali tetap di tangan pengguna dan tidak ada satu pun yang berminat menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kompas.COM, Oleh: Paulus A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-9021675765013233537?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/9021675765013233537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=9021675765013233537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/9021675765013233537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/9021675765013233537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2010/02/wimax-layu-sebelum-berkembang.html' title='WiMAX Layu Sebelum Berkembang'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-4276941108699779140</id><published>2009-09-25T16:01:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T16:03:34.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>4 Cara Mengkontrol Penyebab Stres</title><content type='html'>Ketika tekanan hidup mulai menghimpit, antara pekerjaan, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, dan lainnya nampak mulai berat, diperlukan usaha lebih dan kemauan untuk menyeimbangkan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul Overworked, Overwhelmed, and Underpaid, Barajas menceritakan tentang orang-orang yang memiliki tipe dualsentris. Orang-orang semacam ini menempatkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya dalam level yang sama. Dan ketika terjadi keseimbangan seperti ini, maka stres tak akan terlalu terasa menekan. Barajas menekankan 4 poin untuk membantu kita menyeimbangkan hidup;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Tetapkan batasan tegas antara pekerjaan dan sisa hidup Anda lainnya. Barajas mengatakan pentingnya untuk mendefinisikan garis antara rumah dan pekerjaan. Ketika orang yang memiliki dualsentris tadi bekerja, mereka fokus dalam pekerjaan. Ketika mereka pulang ke rumah, pekerjaan dan segala hal yang terkait dengannya ditinggalkan di kantor. Mereka jarang membawa pulang pekerjaan, dan tak membuka jalur komunikasi yang berurusan dengan pekerjaan di luar jam kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fokus dengan apa yang Anda kerjakan di saat ini. Berada di suatu tempat tidak berarti Anda bisa fokus dengan keadaan. Ketika Anda memberikan atensi terbesar di manapun Anda berada, secara fisik, mental, dan emosional, Anda akan mendapati bahwa Anda bisa memberi sekaligus mendapatkan lebih banyak, baik itu dari tugas kantor, maupun hubungan Anda. Usahakan untuk berada di suatu tempat dan fokus, jangan biarkan pikiran Anda mengembara ke mana-mana saat Anda seharusnya melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ambil waktu untuk beristirahat dan menyembuhkan diri. Akan sangat baik untuk bisa mencapai atau melebih ekspektasi di pekerjaan, namun yang tak kalah pentingnya untuk memperhatikan jangka panjang, yakni kesehatan Anda. Menjaga diri Anda adalah investasi jangka panjang yang amat berharga secara profesional dan personal. Barajas memberi saran untuk menciptakan sebuah atmosfer untuk kemungkinan hal ini. Manjakan diri Anda untuk me-recharge kembali energi Anda, dengan kata lain, jangan lupa untuk mencari ‘me-time’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tetapkan prioritas Anda. Ketika Anda merasa kelelahan kala bekerja, kenyataannya, Anda sudah kehilangan prioritas Anda. Anda harus memutuskan apa yang penting untuk Anda. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan menciptakan sebuah cetak biru hidup. Tetapkan apa tujuan hidup, peran yang ingin Anda emban, nilai-nilai, dan arti hubungan Anda. Ketika Anda mendesain cetak biru hidup Anda, kerjakan dan lakukan semampunya, niscaya stres akan menjauh dan hidup Anda lebih penuh. Tentunya ciptakan cetak biru dan cita-cita yang realistis agar tak menjadi beban yang berat di pundak Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-4276941108699779140?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/4276941108699779140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=4276941108699779140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4276941108699779140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4276941108699779140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/09/4-cara-mengkontrol-penyebab-stres.html' title='4 Cara Mengkontrol Penyebab Stres'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-4748534048305582047</id><published>2009-08-30T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T06:59:19.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Tips Mengurangi Pengeluaran Bulanan</title><content type='html'>Dampak dari krisis keuangan global yang terjadi saat ini mungkin belum terasa secara langsung dalam kehidupan kita. Namun, ada baiknya kita mulai bijaksana dalam mengelola keuangan, agar kita tidak panik saat pengaruh krisis tersebut mulai kita rasakan. Misalnya, bila perampingan karyawan di kantor suami yang semula hanya merupakan desas-desus akhirnya menjadi kenyataan. Atau, berbagai tunjangan di kantor yang mulai dikurangi akibat menurunnya keuntungan perusahaan. Belum lagi harga-harga yang cenderung naik, yang akhirnya membuat kita tersadar: ternyata hal ini tak cuma dirasakan golongan dengan ekonomi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk mulai lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Coba lihat catatan pengeluaran Anda setiap bulan. Adakah yang dapat dikurangi atau bahkan dihapuskan? Bila salah satu pengeluaran dihapuskan, besarkah pengaruhnya untuk kesehatan keuangan Anda secara keseluruhan? Adakah suatu "kemewahan" dalam gaya hidup Anda yang bisa sedikit dikurangi? Ini yang mungkin dapat Anda pertimbangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batasi makan di luar rumah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Biasanya Anda tak pernah berpikir dua kali saat memutuskan makan malam atau ngopi-ngopi di mal sepulang kantor. Namun bila Anda mulai merasakan tambahan biaya saat harga-harga naik, pikirkan kembali hal ini. Anda bisa memilih makan di luar pada hari Jumat, atau pada hari Sabtu-Minggu saja. Anda akan sangat menghemat pengeluaran. Bila perlu, bawa sendiri makan siang untuk di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hitung lagi pengeluaran untuk komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa mengambil paket BlackBerry yang Rp 250.000,- atau unlimited? Pilih saja yang paling murah, Rp 150.000,-, lalu sering-seringlah nongkrong di area hotspot. Di saat yang sama, batasi ngobrol melalui ponsel. Bila Anda juga menggunakan kartu CDMA, jangan hanya menggunakannya untuk menelepon ke sesama operator (jika pulsanya hemat, bukankah sisanya masih banyak?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurangi pengeluaran untuk majalah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Anda mungkin senang membeli majalah-majalah fashion atau lifestyle, baik lokal maupun asing. Bila ingin bijaksana, langganan saja salah satunya, dan hindari membeli setiap edisi majalah lain yang Anda anggap menarik isinya. Seringkali Anda juga membeli majalah hanya karena memberikan bonus tas yang lucu. Padahal, isinya tidak menarik perhatian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurangi pengeluaran untuk transportasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kawasan perumahan Anda menyediakan bus feeder busway, tinggalkan mobil Anda di rumah atau di terminal, dan gunakan transportasi umum ini. Atau, jika ada beberapa orang di kantor Anda yang tinggal di kawasan yang berdekatan, aturlah untuk menggunakan satu mobil saja. Anda bisa patungan untuk membayar tol atau bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Downgrade program TV berlangganan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda baru tiba di rumah rata-rata pukul 21.00, weekend pun sering menghabiskan waktu di luar rumah, untuk apa mengambil program TV berlangganan yang premium? Ambil saja paket berlangganan yang dasar, sekadar agar Anda dapat menikmati tayangan TV yang lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurangi pengeluaran listrik, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan mematikan AC saat Anda sudah tidak berada di kamar, mematikan lampu-lampu saat Anda bepergian malam hari, tidak membiarkan komputer terus menyala saat Anda melakukan aktivitas lain, mematikan TV saat tidak ada yang menonton di depannya, dan lain sebagainya. Selain menghemat biaya, Anda juga sudah mendukung kampanye go green atau antipemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan terlambat membayar kartu kredit atau asuransi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterlambatan akan menyebabkan Anda terkena denda yang lumayan besar jumlahnya. Atasi rasa malas Anda untuk mengunjungi bank, atau buat reminder bahwa Anda sudah harus membayar tagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghematan pengeluaran dari masing-masing pos ini mungkin tak terlalu banyak. Namun jika diakumulasi, paling tidak Anda bisa menabung Rp 1.000.000,-. Bila Anda sudah membiasakan diri berhemat dan melihat hasilnya, Anda akan makin bersemangat untuk mengurangi pengeluaran di pos-pos lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-4748534048305582047?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/4748534048305582047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=4748534048305582047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4748534048305582047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4748534048305582047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/08/tips-mengurangi-pengeluaran-bulanan.html' title='Tips Mengurangi Pengeluaran Bulanan'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-4976082242705644207</id><published>2009-08-30T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T06:55:26.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Mengatasi Rasa Jenuh di Kantor</title><content type='html'>Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, butuh ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai waktu terbuang percuma. Hasil kerja pun jadi tak maksimal.&lt;br /&gt;Bila dilihat kembali secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini, menurut Anny Nursani, konsultan sumber daya manusia dari Iradat konsultan,  merupakan hal yang wajar terjadi. ”Sebetulnya masalah jenuh ini bisa dialami siapa saja. Baik orang yang bekerja maupun tidak, yang menduduki jabatan tinggi atau rendah, dan seterusnya,” ungkap Anny.&lt;br /&gt;Anny menyarankan agar mencari tahu dan menyelesaikan kejenuhan yang terjadi sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih dalam lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cari tahu penyebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan Anda jenuh. Jika pekerjaan menuntut Anda selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat Anda jadi tak mampu berinovasi.&lt;br /&gt;Jenuh juga bisa dipicu oleh lingkungan kerja yang begitu-begitu saja. Misalnya mendiami ruangan kerja yang tak ada perubahan, baik dari segi tata letak maupun dekorasi. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah. Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban dan tanggung jawab yang diberikan. &lt;br /&gt;Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antarpersonal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan pekerjaan kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, instruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, dan sebagainya juga bisa menimbulkan kejenuhan. Namun, jika suasana bekerja kondusif dan pekerjaan juga sudah cukup variatif, tetapi Anda tetap merasa jenuh dengan pekerjaan, kemungkinan jenuh bisa timbul akibat hilangnya makna pekerjaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Bisa jadi selama ini Anda hanya bekerja karena sebab lain, seperti alasan desakan ekonomi, suami tak bekerja, dan lainnya, Anda pun bekerja bukan karena ingin mengaktualisasikan diri, tetapi sekadar terpaksa oleh kondisi. Hal semacam ini membuat Anda lama-lama kehabisan energi untuk menjadi produktif, karena tujuan bekerja bukan untuk diri sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak harus ganti pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui diri mulai kehilangan gairah dalam bekerja, bukan lantas harus mengganti pekerjaan. Cari tahu dulu, Anda jenuh karena apa? Jika masalahnya adalah pekerjaan yang terlalu rutin, Anny menyarankan untuk sesekali melakukan variasi kecil dalam pekerjaan.&lt;br /&gt;Anda bisa memanfaatkan beberapa menit untuk beristirahat setelah berjam-jam di depan komputer, misalnya berbincang dengan rekan satu ruangan sejenak. Anda bisa membahas hal-hal lain yang lebih santai seperti bertukar informasi belanja, membicarakan Si Kecil, menanyakan di mana ia membeli aksesori, dan lainnya.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mengatasi jenuh yang disebabkan lingkungan fisik kantor, bisa dengan menata ulang meja kerja. Meletakkan benda-benda yang berhubungan dengan hobi di sudut meja, bisa memberi nuansa berbeda. Anda yang bekerja di dunia kreatif juga bisa menata ulang jadwal maupun prioritas sehari-hari. Seorang salesman yang selalu datang pagi ke kantor, mengunjungi klien lalu kembali ke kantor, bisa mengubah rute perjalanannya. Misalnya, dari rumah Anda bisa langsung mengunjungi klien dengan rute yang lebih efisien.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jika Anda memahami kejenuhan disebabkan hilangnya makna bekerja, perlu menata ulang makna pekerjaan. ”Umumnya, pekerjaan yang sesuai dengan minat tak akan mudah menimbulkan kejenuhan,” papar Anny.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikuti prosedur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, masalah kejenuhan tak bisa diselesaikan sendiri dengan mengubah mindset, kebiasaan, atau dekorasi meja kerja.  Misalnya, kejenuhan yang disebabkan oleh sistem yang tak berjalan baik, konfrontasi yang sering terjadi, maupun disebabkan gap antara kompetensi diri dan persyaratan jabatan. &lt;br /&gt;Tentunya tak bisa menggunakan otoritas Anda sendiri untuk menyelesaikannya bukan? Jika demikian, coba upayakan belajar dari pengalaman rekan yang lebih senior. Bagaimana mereka menerima semua kondisi dan bertoleransi dengan sistem yang sudah berjalan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jika Anda merasa semua mulai mengganggu performa kerja, ada baiknya bicarakan dengan atasan langsung apa yang dirasakan. Jangan lupa, kemukakan solusi yang diinginkan agar masukan Anda tak disalahpahami atasan. Selamat berintrospeksi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-4976082242705644207?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/4976082242705644207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=4976082242705644207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4976082242705644207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4976082242705644207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/08/mengatasi-rasa-jenuh-di-kantor.html' title='Mengatasi Rasa Jenuh di Kantor'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-2208901950358633008</id><published>2009-07-02T06:41:00.001-07:00</published><updated>2009-07-02T06:41:58.085-07:00</updated><title type='text'>Hari Pertama Kerja? Harus Bagaimana, Ya?</title><content type='html'>Akhirnya, setelah sekian banyak proses perekrutan, Anda termasuk sebagai orang yang dianggap layak untuk bekerja di perusahaan yang diincar banyak pelamar kerja. Ini merupakan kesempatan baik, masa depan Anda ditentukan mulai dari detik ini. Sementara, ini merupakan teritori baru. Jika Anda tak memiliki kenalan siapa pun di kantor tersebut, apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih baru, impresi tentang siapa dan bagaimana Anda di mata rekan-rekan kerja lainnya terbentuk di hari-hari pertama bekerja. Maka, amat penting untuk Anda menjaga emosi dan cara bersikap. Berikut adalah 6 tips untuk memberikan impresi baik di hari pertama Anda bekerja sekaligus menjaga reputasi profesional Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak datang terlambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika perusahaan Anda biasanya memberikan pelatihan bagi para karyawan barunya, dan Anda tak tahu kapan dimulainya, ambil lah inisiatif untuk bertanya. Lalu, usahakan datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan, untuk memberikan Anda waktu bersiap, mengurangi ketegangan sebelum memulai pelatihan, juga untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin bisa membuat Anda terlihat tidak profesional, misalnya merapikan baju dan riasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk mengingat pakaian apa yang dikenakan para karyawan di sana ketika Anda sedang dalam proses wawancara, lalu perkirakan apakah Anda sudah memiliki pakaian yang seperti itu. Cobalah untuk mengenakan pakaian yang konservatif terlebih dulu, jikapun Anda melihat para pekerja di sana ada yang mengenakan denim. Meski sebagian besar pegawai di sana mengenakan pakaian kasual, akan lebih baik jika Anda bersiap diri dengan mengenakan pakaian yang rapi dan profesional di hari-hari pertama, untuk memberikan kesan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perhatikan tata krama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah melupakan tata krama, bersikap lah sopan, sapa orang-orang yang berpapasan dengan Anda, jangan lupa untuk berterima kasih kepada orang yang memberikan pelatihan. Kolega Anda mungkin tak akan ingat hal-hal kecil, namun mereka juga tak akan memiliki kesan bahwa Anda pernah berlaku kasar. Karenanya, penting untuk bersikap sopan dan menjaga tata krama. Usahakan untuk tidak terlibat dalam pembicaraan yang bisa menyinggung orang lain, apalagi yang menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, Anatomi tubuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikuti aturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada hal-hal yang pernah Anda pelajari di tempat Anda bekerja dulu yang sebenarnya baik untuk diterapkan di tempat baru. Namun, jika Anda tidak diharuskan untuk langsung membuat gebrakan dan mengubah sistem yang sudah berlaku, jangan coba-coba mengkritik atau berusaha mengubah sistem yang ada. Karena, sikap semacam ini bisa dinilai terlalu sombong, dan memaksa. Jangan berusaha membuat perubahan, apalagi yang mendasar sebelum Anda sudah benar-benar mengerti alur kerja dan aturan yang berlaku di dalam perusahaan. Karena, tak banyak orang yang siap dengan perubahan mendadak. Jika Anda memaksakan ide inovatif terlalu cepat, bisa-bisa rekan kerja Anda menjauh dari Anda. Yang terpenting lagi, jangan pernah bicara negatif tentang siapa pun atau apa pun di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan takut bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga anak baru, wajar jika Anda banyak bertanya, kan Anda belum paham. Para pelatih, atasan, dan HRD bisa menilai, jika Anda banyak bertanya berarti Anda memiliki ketertarikan dan keinginan untuk bisa lebih baik dalam pekerjaan baru Anda. Namun, pastikan juga Anda tak banyak bertanya tentang hal-hal yang sudah jelas dan seharusnya sudah Anda ketahui, karena Anda bisa dikira sebagai orang yang lamban dalam belajar. Bisa juga Anda mengkonfirmasi hal-hal kunci yang berhubungan dengan prosedur spesifik mengenai segala hal yang berkaitan dengan produksi. Dengan begini, Anda bisa mengintip gambaran besarnya. Juga, pastikan bahwa para pelatih mengetahui bahwa Anda memerhatikan si pelatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Be personable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa berhasil tanpa orang lain. Maka, pastikan Anda dinilai sebagai orang yang sosial. Orang yang supel bisa dinilai sebagai pekerja yang efisien. Usahakan untuk selalu menyapa hangat para kolega, menjabat tangannya dengan erat. Intinya adalah untuk menunjukkan kehangatan pribadi Anda dan kepercayaan diri. Namun, orang yang terlalu percaya diri berlebihan dan over friendly juga tak enak dijadikan teman. Ambil waktu untuk meresapi kultur perusahaan sebelum membuat Anda jadi bagian di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips ini membantu Anda untuk meninggalkan impresi baik di hari pertama, namun jangan terlalu memfokuskan energi Anda untuk menunjukkan eksistensi diri di hadapan atasan Anda. Yang lebih penting adalah Anda mendengarkan dan belajar agar bisa mendapatkan dan mengerti kondisi kantor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-2208901950358633008?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/2208901950358633008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=2208901950358633008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2208901950358633008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2208901950358633008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/07/hari-pertama-kerja-harus-bagaimana-ya.html' title='Hari Pertama Kerja? Harus Bagaimana, Ya?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-5712380434155049390</id><published>2009-07-02T06:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T06:40:39.415-07:00</updated><title type='text'>Karier Melesat Setelah Pascasarjana?</title><content type='html'>Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak wanita karir yang berbondong-bondong melanjutkan kuliahnya di program pasca sarjana. Benarkah karir otomatis melesat setelah mengantongi ijazah S2?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah persaingan yang makin kompetitif di dunia kerja, latar belakang pendidikan yang tinggi sering dipakai menjadi modal untuk meningkatkan karir. Tak heran jika animo para pekerja untuk melanjutkan jenjang pendidikannya semakin tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raphael Udik Yunianto, Head of Corporate Human Resources Management dari Media Group, mengatakan, pendidikan memang salah satu faktor dalam hal peningkatan karir seseorang namun tidak mewakili seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal promosi hal itu tergantung pada kebutuhan organisasi perusahaan. Kalau memang butuh orang-orang dengan kualifikasi individu, misalnya butuh syarat pendidikan tertentu, pasti dari sisi kompetensi ia lebih dipandang dari yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, menurut Udik seseorang tidak otomatis mendapat promosi hanya karena ijazah yang dikantonginya. "Di dunia kerja swasta, bukan ijazah apa yang dilihat tetapi apakah orang tersebut dipekerjaannya perform atau tidak, bagaimana pencapaiannya, apakah ia memenuhi target tertentu. Itu yang dilihat," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi kemajuan karir seseorang. "Banyak kok yang pintar-pintar tapi tak sukses di perusahaan swasta," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pendidikan tinggi bukan jaminan kesuksesan, namun Ryan Alfons Kaloh, Chief Marketing Officer Binus Business School, berpendapat pendidikan sangat membantu karir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang bukan jaminan, tapi bisa membantu. Apalagi untuk orang yang merasa tersandera oleh pekerjaannya dan ingin mengembangkan karir, pilihan untuk melanjutkan kuliah adalah hal yang tepat," kata Ryan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk mengasah kemampuan, program kuliah pasca sarjana banyak dimanfaatkan oleh para mahasiswanya untuk memperluas jaringan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ryan mengingatkan saat ini sudah ada puluhan ribu pekerja yang berijazah S2, karenanya ia menyarankan agar kita tetap membekali diri dengan skill yang lebih. "Sudah banyak orang yang ilmunya sama, agar unggul kita harus mengasah soft skill kita," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Ryan, Udik juga menyarankan pentingnya memiliki keterampilan lebih. "Banyak faktor kesuksesan karir, misalnya leadership, performance dalam pekerjaan, serta mampu mengikuti kultur perusahaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk meningkatkan soft skill kita adalah dengan mengikuti berbagai pelatihan dan kursus, misalnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Dengan bekal skill tadi, kita akan bernilai jual lebih tinggi dibanding dengan sesama rekan yang juga lulusan pasca sarjana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-5712380434155049390?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/5712380434155049390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=5712380434155049390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5712380434155049390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5712380434155049390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/07/karier-melesat-setelah-pascasarjana.html' title='Karier Melesat Setelah Pascasarjana?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3219976161660157187</id><published>2009-06-02T06:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T06:17:21.291-07:00</updated><title type='text'>Bila Pekerjaan Diinterupsi Melulu</title><content type='html'>Paling sebal jika saat bekerja sering ada interupsi atau gangguan yang membuat time management berantakan. Akibatnya, jadwal Anda berantakan, atau tugas tak dapat diselesaikan pada waktunya. Agar hal ini tak lagi terjadi, kenali situasi yang dapat menyebabkannya, dan coba antisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diserbu tugas dadakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Catat semua permintaan mendadak yang datang. Catatan ini penting agar tidak lupa dan tugas tersebut bisa dijadwal. Tanyakan pula deadline-nya. Si pemberi tugas pasti akan bilang "Sekarang!" Namun, Anda mesti menawar waktu deadline-nya agar sesuai dengan kemampuan. Kemudian, atur prioritasnya. Jika ada deadline berbarengan, diskusikan untuk memilih tugas mana yang jadi prioritas pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tertimpa masalah pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekasih minta putus atau orangtua Anda jatuh sakit? Musibah semacam itu memang bisa dengan mudah membuyarkan konsentrasi. Solusinya, ambil waktu beberapa menit untuk menenangkan diri di tempat yang agak sepi. Di pantry, misalnya. Minum segelas air dingin untuk membantu menenangkan pikiran. Balikkan keadaan dengan menjadikan masalah pribadi sebagai penyemangat supaya Anda bisa menuntaskan tugas lebih cepat dan dapat segera pulang ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gangguan sistem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam bekerja, tentunya Anda tak mungkin mengandalkan kemampuan diri sendiri 100 persen, tetapi juga perlu memanfaatkan berbagai jenis sistem penunjang. Transportasi, misalnya. Jika terjebak macet dalam perjalanan menuju tempat klien, mungkin Anda bisa terlebih dulu mengawali perbincangan via telepon atau chatting melalui phone messaging. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rekan mengajak ngobrol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa pula yang tidak merasa terganggu bila teman mengajak curhat justru pada saat kita sedang ingin berkonsentrasi pada pekerjaan? Bingung menolaknya? Bangun saja "tembok penghalang" antara Anda dan dia dengan cara mengenakan ear-phone dan menunjukkan raut wajah serius. Jika ia tidak menangkap isyarat halus Anda, maka tak ada salahnya mengatakan baik-baik kepadanya untuk menunda ceritanya sampai jam makan siang atau sepulang kantor nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keranjingan Facebook&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Internet memang bisa mempermudah pekerjaan, tetapi di sisi lain bisa juga menjadi penyebab terhambatnya pekerjaan. Apalagi jika setiap saat Anda rajin meng-update status Facebook dan memberi komentar. Sebaiknya sediakan waktu untuk membuka situs-situs tersebut di saat Anda sedang agak santai. Misal, pagi-pagi sebelum mulai bekerja atau menjelang pulang kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Telepon terus berdering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski memudahkan kita mengontak orang-orang yang dibutuhkan, pesawat telepon yang terus berdering juga bisa mengacaukan konsentrasi kerja. Jika mungkin, mintalah bantuan kepada sekretaris untuk mencatatkan pesan yang masuk untuk Anda dalam tempo tertentu. Dari pagi hingga jam makan siang, misalnya. Matikan pula dering ponsel dan hubungi orang-orang yang ada dalam daftar missed calls ketika Anda sudah punya waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Undangan meeting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fokuskan perhatian Anda pada topik rapat supaya masalah yang dibahas bisa segera dipecahkan dan Anda dapat kembali bekerja. Jika Anda punya deadline yang amat mendesak, tak ada salahnya kok membicarakan dengan atasan apakah Anda boleh bolos rapat. Syaratnya, setor ide-ide yang ingin Anda sampaikan secara tertulis dan berikan saran kepada atasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tamu tak diundang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang ke tempat kerja memang bikin serba salah. Tapi itu mesti ditangani dengan tegas. Bayangkan jika seseorang datang pada saat Anda sedang sibuk-sibuknya dan mengajak ngobrol selama satu jam? Bukan saja dia akan merusak rencana, tetapi juga menyabot pekerjaan Anda. Untuk mengatasinya, batasi waktu kunjungan. Katakan sejak awal bahwa Anda ada keperluan lain. Atau Anda hanya punya waktu sekian menit/jam saja. Jangan mengatakannya di tengah percakapan. Anda akan dianggap bersikap kasar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3219976161660157187?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3219976161660157187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3219976161660157187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3219976161660157187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3219976161660157187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/06/bila-pekerjaan-diinterupsi-melulu.html' title='Bila Pekerjaan Diinterupsi Melulu'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-7231056579677894319</id><published>2009-06-02T06:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T06:15:48.624-07:00</updated><title type='text'>5 Trik Hadapi Penilaian Buruk Atasan</title><content type='html'>Penilaian tahunan yang dilakukan atasan sebenarnya hampir bisa dikatakan sama dengan penilaian keseluruhan kinerja Anda oleh perusahaan. Penilaian ini tentu sangat dipengaruhi oleh masukan dari atasan. Oleh karena itu, Anda perlu benar-benar meningkatkan kewaspadaan ketika mendapat penilaian yang buruk dari atasan. Perhatikan, sudahkah Anda melakukan yang terbaik? Apakah kelambanan dalam bekerja atau kebiasaan terlalu banyak bicara daripada bekerja mempengaruhi penilaian terhadap kinerja Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi yang diberikan tersebut tentu bisa mempengaruhi perasaan Anda. Namun, alangkah lebih baik jika kekhawatiran terbesar Anda tak menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetap tenang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika menghadapi penilaian buruk dari atasan, Anda mungkin merasa lemah. Namun usahakan tetap tenang dan dengarkan apa yang atasan katakan, tanpa berusaha defensif. Fokus saja kepada yang dituturkannya. Jika perlu, Anda bisa mencatat hal-hal penting yang diutarakannya. Dan ingat! Sebaiknya simpan sangkalan Anda untuk lain waktu saja. Sebab, itu tak akan menambah nilai positif pandangan atasan terhadap Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, jika atasan sedang marah atau bersikap tak profesional, Anda bisa berusaha mengarahkan untuk melihat kembali kepada fakta dan informasi berguna lainnya. Katakan kepada atasan, ”Saya menghargai ketulusan Anda, tapi saya ingin mendapat umpan balik yang konstruktif agar bisa membantu saya menjadi lebih baik.” Sehingga, mengesankan kepada atasan, Anda mengerti letak permasalahannya. Dan untuk memastikan pula, Anda bisa lebih berorientasi pada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beraksi, bukan bereaksi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa lemah, tersudutkan, atau merasa marah, coba ambil waktu lebih lama untuk menilik kembali dan menjawab kritik yang dilontarkan atasan. Sebagai karyawan yang profesional sebaiknya Anda minta waktu dan kesempatan lain untuk memikirkan kembali segalanya. Jelaskan kepada atasan, Anda butuh waktu 1-2 hari untuk membangun rencana baru sehubungan isu yang dijadikan kritikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa Anda akan kembali dengan sejumlah solusi akan membuat atasan lebih mendukung sikap Anda. Namun, usahakan selama kurun waktu itu Anda benar-benar mengerahkan upaya dalam mengumpulkan ide atau solusi yang dibutuhkan secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ingat, perspektif itu subyektif &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda tak harus menerima setiap kritik atas fakta performa kerja. Bahkan, sebenarnya boleh saja mengabaikan beberapa bagian yang menurut Anda tidak faktual. Nyatakan poin-poin penting dari review yang Anda buat, lalu Anda dapat menolaknya dengan mengatakan, ”Ada beberapa hal dari sudut pandang berbeda yang saya miliki, dan inilah yang sebenarnya terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukannya, Anda akan mendapatkan kendali untuk mengarahkan pembicaraan kembali ke poin-poin yang dimiliki. Ini lebih terlihat bijaksana daripada menyerang evaluasi atasan atas kualitas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersikap realistis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika memang mendapatkan penilaian buruk dan Anda tidak sepakat, mungkin perlu untuk memutuskan tetap dengan pekerjaan saat ini atau pindah ke perusahaan lain. Jika masih mencintai pekerjaan Anda, sebaiknya terima masukan dan kritik yang diberikan.&lt;br /&gt;Meski Anda tak sepakat dengan evaluasi atasan, namun kebanyakan orang bernyali menganggap pekerjaan ini tak cocok baginya dan mengabaikan instingnya. Jika memang demikian, memutuskan untuk pindah atau mengambil kesempatan lain bisa menjadi jalan keluar. Namun perlu diingat, jangan memutuskan untuk pindah atau menetap hanya karena Anda merasa takut. Toh, Anda membutuhkan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi untuk pindah ke tempat kerja baru. Jika takut, Anda tak akan mampu membuat keputusan terbaik demi karier Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelajari kesalahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika memulai pekerjaan baru, mungkin Anda akan merasa amat ketakutan kembali dengan evaluasi pertama. Anda bisa mencegah penilaian buruk dengan membuka komunikasi bersama atasan sejak awal bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memprediksikan evaluasi kerja dengan meminta atasan atau rekan kerja untuk memberikan umpan balik dan mengecek ulang kinerja Anda. Cari tahu seberapa sering Anda mendapat evaluasi jabatan serta memohon peninjauan kembali secara informal atas proyek besar Anda. Orang yang berkomunikasi secara terbuka sejak awal bekerja, akan mendapatkan umpan balik dari lingkungan kerjanya secara alami. Orang seperti ini lebih mudah melakukan perubahan yang baik, karena banyaknya masukan yang didapat dari orang-orang sekitarnya. Oleh karena itu, jadilah Anda sebagai orang yang pertama melakukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-7231056579677894319?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/7231056579677894319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=7231056579677894319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/7231056579677894319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/7231056579677894319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/06/5-trik-hadapi-penilaian-buruk-atasan.html' title='5 Trik Hadapi Penilaian Buruk Atasan'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-5966440561511341111</id><published>2009-05-21T17:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:02:43.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Evaluasi Ulang Pekerjaan</title><content type='html'>Selalu mengeluh tentang pekerjaan, merasa terkekang, tak semangat kerja?  Nampaknya Anda perlu mengevaluasi ulang pekerjaan dan memutuskan apakah ingin terus meniti karir di tempat yang sama atau ingin pindah tempat kerja. Sebelum Anda mengirimkan surat permohonan berhenti kerja, tanyakan beberapa hal berikut ini kepada diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Apakah Anda suka dengan kultur dan lingkungan kerjanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kultur dari sebuah perusahaan bisa memberi efek yang cukup besar terhadap kebahagiaan dan kesuksesan karyawannya. Apakah nilai-nilai yang diemban perusahaan sama dengan apa yang junjung? Jika ada hal-hal di dalam perusahaan yang tak sesuai dengan norma atau nilai di dalam diri Anda, sebaiknya Anda pikirkan untuk mencari tempat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Apakah sulit untuk berangkat kerja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda bangun di pagi hari, apakah Anda mendapati diri Anda tak bersemangat? Anda yang paling paham apa yang Anda rasakan di pagi hari sebelum berangkat bekerja. Apakah sering muncul alasan-alasan ‘ajaib’ yang datang di kepala untuk bolos kerja (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Bagaimana hubungan dengan atasan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alasan terbanyak orang meninggalkan pekerjaannya adalah karena ketidakcocokkan dengan atasan atau dengan si bos. Karyawan perlu untuk bisa bekerjasama dengan bos agar bisa terus bekerja dengan baik. Semakin banyak Anda bergaul atau bekerja dengan orang bergaya kepemimpinan yang berbeda, Anda akan semakin tahu tipe orang seperti apa yang cocok dengan Anda. Apakah pekerjaan Anda akan lebih baik jika pimpinan Anda diganti? Bagaimana jika ganti departemen saja, apakah akan lebih baik?&lt;br /&gt;Apakah Anda bisa membicarakan mengenai perasaan Anda kepada si pimpinan, atau mungkinkah Anda menemukan cara baru untuk berkomunikasi? Jika Anda sudah mencoba dan mencari cara-cara baru namun masih belum juga ada titik terang untuk bisa berkomunikasi lebih baik dengan si atasan, mungkin memang sudah saatnya untuk mencoba bekerja di tempat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sukakah Anda dengan tugas dan pekerjaan sehari-hari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang tak ada pekerjaan yang benar-benar hanya seputar bersenang-senang dan bermain-main, namun setidaknya seharusnya Anda bisa menemukan sedikit kesenangan dalam menjalani pekerjaan sehari-hari. Tugas sehari-hari Anda seharusnya bisa merefleksikan sisi terbaik dan kelebihan Anda. Misalnya, jika Anda senang bertemu, berkenalan, dan bekerja dengan orang baru, atau senang bertualang, mungkin Anda akan kesusahan dan tak kerasan bekerja 9 jam di belakang komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Dapatkah Anda melihat masa depan dalam profesi ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah perusahaan Anda akan memberikan pelatihan atau peningkatan kinerja? Bisakah Anda melihat diri Anda menapaki titian karir di perusahaan ini jika Anda mau? Jika pernah ada diskusi untuk melihat kemungkinan ini namun Anda tak melihat respons yang bagus, mungkin tak ada potensi bagus untuk Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda benar-benar meninggalkan ‘perahu’ Anda, pastikan dulu bahwa Anda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengubah situasi yang membuat Anda tak betah di sana. Carilah sebisa mungkin orang kompeten yang bisa Anda temui di kantor untuk membicarakan masalah yang dihadapi supaya bisa terus menjalani pekerjaan Anda. Proaktiflah dalam mencari kemungkinan untuk berkomunikasi kepada bos atau SDM bagaimana Anda bisa lebih sukses dalam karir. Jika Anda merasa belum mengalami perubahan positif dalam waktu dekat, evaluasi ulang apakah Anda sudah berupaya cukup banyak. Cukup tanyakan pada diri Anda “apakah saya sudah melakukan segala hal dengan segala kemampuan saya untuk memajukan karir saya di sini?” jika jawabannya ya, dan Anda masih merasa tak kerasan juga, mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan di tempat lain. Semoga berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laporan wartawan C6-09 Nadia Felicia @ kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-5966440561511341111?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/5966440561511341111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=5966440561511341111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5966440561511341111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5966440561511341111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/evaluasi-ulang-pekerjaan.html' title='Evaluasi Ulang Pekerjaan'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3397393283748367014</id><published>2009-05-21T17:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:01:17.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Wawancara</title><content type='html'>Wawancara kerja masih jadi momok bagi sebagian besar para pencari kerja. Padahal, dengan sedikit taktik Anda bisa, kok, berkelit dari pertanyaan-pertanyaan "jebakan". Kami bagi rahasianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan "masa depan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam sebuah wawancara adalah bagaimana peta karir kita di masa datang. Misalnya saja, "di mana Anda lima tahun mendatang?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Caroline Levchuck, konsultan karir dari Yahoo!HotJobs, untuk menjawab pertanyaan seperti itu, pilih untuk mengungkapkan kelebihan Anda. Jangan memberikan detil rencana karir Anda, namun diskusikan hal-hal yang menurut Anda penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dan apa rencana Anda untuk mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan "gaji"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin sebuah perusahaan merekrut karyawan tanpa bertanya atau mengetahui gaji yang akan diberikan. Banyak orang yang takut untuk menyebutkan nilai nominal tertentu untuk permintaan gajinya. Padahal mengatakan, "terserah atau mengikuti standar gaji di sini," juga bukan jawaban yang mencerminkan profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ditanya gaji yang diminta, cobalah untuk membelokkan pertanyaan dengan mencari keterangan mengenai standar gaji yang berlaku untuk posisi yang akan Anda masuki. Bila si penanya tetap meminta Anda menyebutkan angka, berikan jawaban berupa kisaran angka. Untuk menemukan kisaran yang tepat, pikirkan jumlah gaji yang Anda inginkan, gaji Anda sekarang dan standar gaji di pasaran untuk posisi Anda. Pertanyaan mengenai gaji termasuk hal penting, karena itu persiapkan jawabannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan "mengapa"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan besar antara pede dan membual. Bila Anda ditanya mengapa mereka harus menerima Anda, maka jawablah dengan jujur dan percaya diri tentang keterampilan dan kelebihan Anda. Tapi hindari bicara terlalu berlebihan atau membual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin awalnya agak sulit membicarakan kelebihan diri sendiri, karena itu jangan segan berlatih. Sambil berkaca di depan cermin, katakan, "Saya orang yang bertanggung jawab, berintegritas, punya jaringan yang luas. Saya selalu gigih mencapai tujuan saya,", dan kelebihan-kelebihan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan "aneh"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan tak terduga dan mungkin terdengar aneh, dalam sebuah wawancara. Misalnya saja, pertanyaan "jika Anda pohon, maka pohon apakah Anda?", atau binatang, atau mobil. Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan gambaran bagi si penanya untuk mengetahui kepribadian calon karyawan, termasuk juga motivasi serta kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda diberi pertanyaan seperti ini, jangan panik. Tarik napas dan tenangkan diri sebelum menjawabnya. Ingatlah bahwa tidak ada jawaban "benar atau salah" untuk pertanyaan ini. Terkadang pertanyaan ini juga dilontarkan untuk melihat reaksi Anda dan bagaimana Anda mengatasi hal-hal tak terduga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3397393283748367014?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3397393283748367014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3397393283748367014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3397393283748367014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3397393283748367014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/menjawab-pertanyaan-sulit-saat.html' title='Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Wawancara'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3485083207511966822</id><published>2009-05-17T16:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T16:42:06.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>5 Tanda Anda Harus Ganti Pekerjaan</title><content type='html'>Bekerja semestinya tak hanya dimaknai sebagai cara untuk menghasilkan uang atau  mengaktualisasikan diri. Ada saatnya setiap orang mengalami pasang-surut. Beberapa lainnya dapat menjadi sangat produktif, namun sisanya seolah merasa tak mampu berprestasi. Namun pada titik tertentu, seseorang memang sudah tak lagi cocok dengan pekerjaan yang dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambil keputusan tepat, Anda dapat memperbaiki masa depan karir, daripada bertahan di pekerjaan sekarang, tetapi tak lagi merasa senang melakukannya. Anda mungkin saja telah berusaha mengatasinya, tapi tak ada perubahan. Dan pekerjaan tetap saja menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana Anda mengetahui saat kapan harus mengambil keputusan penting, seperti memperbaharui portofolio dan secara resmi mencari pekerjaan baru? Nah, berikut 5 tanda saatnya Anda perlu mencari pekerjaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malas bangun pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda kerap didera rasa malas dan ingin kembali tidur di pagi hari? Jika ya, semangat juang Anda pun ikut terkubur dalam selimut tebal, serta menjauh dari target perusahaan, masa tenggat, juga rekan yang makin rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan salah satu tanda ketidakpuasan Anda terhadap pekerjaan saat ini. Tubuh Anda berusaha memberi tahu, Anda sudah kehabisan energi untuk memulai pekerjaan rutin. Tunggu saja saatnya perusahaan mengeluarkan surat peringatan berkenaan dengan masalah produktivitas Anda yang menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Performa dan relasi kerja menurun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika tim kerja atau lingkungan kerja sedang menjadi produktif, bercakap-cakap di sela pekerjaan akan dirasa sebagai masa istirahat atau waktu yang menyenangkan untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akhir-akhir ini Anda mulai menghindari tugas, menjauhi beberapa  orang tertentu, atau mencari alasan untuk menghindari acara kantor, telaah kembali diri Anda! Hal ini mengisyaratkan Anda mulai kehilangan rasa cinta pada pekerjaan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjadi orang lain di tempat kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa tak bisa menjadi diri sendiri dalam lingkungan kerja, seringkali berakting ketika berbicara dengan rekan ataupun atasan, jangan anggap enteng sikap ini! Namun, Anda juga jangan menyalahkan diri sendiri karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  perusahaan memiliki budaya yang berbeda. Perusahaan mungkin tak memperlakukan Anda sebagai pribadi, melainkan layaknya rekan kerja yang lain. Sehingga Anda tak dapat menolak kuatnya budaya perusahaan dan mulai berlaku seperti rekan kerja yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Posisi tak sesuai bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kendati seorang manajer, tetapi Anda sebenarnya sangat ingin menjadi juru masak yang handal. Atau, jenis pekerjaan sebagai koordinator tak membuat Anda merasa kreatif dalam pekerjaan. Tak pernah ada kata terlambat untuk mengubah pandangan ke arah yang lebih baru. Demi karir dan kebahagiaan Anda di masa depan, mulailah putuskan segera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setiap saat jadi menyebalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seringkali mencoba berdamai dengan perasaan frustrasi, dan menganggapnya sebagai salah satu aspek dalam bekerja. Jika kebanyakan waktu Anda gunakan untuk mengembangkan pikiran negatif dan berkeluh kesah, mungkin sudah saatnya mengakhiri semuanya. Cari karir baru di lingkungan yang membuat Anda merasa diberi penghargaan dan tepat dengan bakat yang dimiliki. Anda bisa, kok, melakukannya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3485083207511966822?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3485083207511966822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3485083207511966822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3485083207511966822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3485083207511966822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/5-tanda-anda-harus-ganti-pekerjaan.html' title='5 Tanda Anda Harus Ganti Pekerjaan'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-5797795203525874613</id><published>2009-05-17T16:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T16:41:22.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Butuh Apa Agar Karier Meroket?</title><content type='html'>Tak perlu iri melihat rekan seangkatan sudah duduk di posisi eksekutif. Asal tahu triknya, Anda juga bisa kok meraih jenjang karier yang diidamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya bersikap pasif menunggu datangnya promosi. Setiap orang seharusnya memiliki target jangka panjang dalam peta kariernya dan aktif mengasah kemampuan agar siap menerima tanggung jawab lebih. Untuk meraihnya, Anda tidak bisa hanya terpaku mengerjakan tugas-tugas rutin di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menduduki posisi eksekutif, menurut Linawaty Mustopoh, dari lembaga konsultan Experd, ada dua skill yang perlu dimiliki. Pertama adalah keterampilan yang berkaitan dengan teknik pekerjaan (hard skill). "Hard skill biasanya diperoleh di bangku sekolah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam hard skill di antaranya adalah pengetahuan dan keterampilan sesuai profesi yang dijalani. Misalnya bila Anda seorang pengacara, tentu Anda harus tahu tentang peraturan, perundangan, serta sertifikasi yang berhubungan dengan profesi. Dengan menguasai skill ini, Anda akan lebih mudah melakukan tugas yang bersifat teknis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan lainnya adalah menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ini  mutlak diperlukan untuk mendukung karir ke depan. Tidak kalah penting adalah menguasi teknologi. "Tidak sebatas penguasaan program-program komputer tapi teknologi lain yang menunjang karir Anda," papar Lina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, langkah karier tidak selalu berjalan sesuai hirarki. Meski Anda sudah lama menduduki jabatan asisten manajer, hanya segelintir orang saja yang berhasil meniti karier hingga level top management. Lalu apa yang membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak? "Nah, di sinilah diperlukan soft skill atau dikenal juga dengan emotional intelligence," kata Lina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lina, keberhasilan pada akhirnya tidak semata ditentukan oleh kepintaran saja. "Makin tinggi posisi kita, makin dituntut keterampilan dalam berhubungan dan mengelola orang lain," ujarnya. Dengan kata lain, makin tinggi posisi, makin dibutuhkan soft skill seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft skill yang diperlukan untuk mendukung performa seorang penentu masa depan perusahaan di antaranya adalah keterampilan komunikasi agar bisa menyampaikan atau menjual ide kepada pihak lain (klien, rekan kerja, anak buah, dan atasan). Anda juga harus memiliki kemampuan presentasi, negosiasi, mampu bekerja sama, memiliki kepemimpinan, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mampu membina hubungan dengan orang lain, kemampuan mengembangkan anak buah, serta punya sifat pelayanan pada pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila ada dua orang yang memiliki hard skill yang sama, maka yang akan sukses di masa depan adalah yang memiliki soft skill lebih baik," kata Lina. Bila kita membekali diri dengan soft skill, peluang karier, bahkan di posisi lebih tinggi pun terbuka luas. Menurut penuturan Lina, hal ini terutama karena makin tinggi posisi seseorang, makin banyak pula ia berhubungan dengan manusia, yang notabene permasalahannya tidak hanya cukup diselesaikan dengan angka atau fakta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan mau karier cuma jalan di tempat. Mantapkan langkah dengan membekali diri dengan dua skill penting itu sejak sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-5797795203525874613?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/5797795203525874613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=5797795203525874613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5797795203525874613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5797795203525874613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/butuh-apa-agar-karier-meroket.html' title='Butuh Apa Agar Karier Meroket?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-4345600895894498997</id><published>2009-05-16T01:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T01:48:01.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Pilih Profesi Berdasarkan Warna Favorit</title><content type='html'>Penelitian terbaru menunjukkan, dengan menentukan warna primer, sekunder, dan akromatik, yang Anda sukai, Anda bisa menenemukan karir yang tepat berdasarkan cara kerja, lingkungan kerja dan bagaimana Anda menangani tugas dan tanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Pertama, pilih dulu warna primer yang paling Anda sukai (warna primer misalnya merah, kuning, atau biru). Dari sini Anda bisa memilih warna sekunder (hijau, ungu, atau oranye), dan warna akromatik (hitam,putih, atau coklat). "Warna yang Anda pilih mencerminkan bagaimana Anda menghadapi tiap tugas. Warna itu bisa menunjukkan bakat Anda, apa yang lebih diprioritaskan untuk sukses," kata Dewey Sadka, penulis buku The Dewey Color System. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah Anda peneliti, pencipta, manajer, pembujuk, pelaksana, atau pembuat jadwal? Ketahui dengan menentukan warna favorit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila Anda suka: kuning, ungu, dan putih: Anda adalah komunikator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki kelebihan di bidang komunikasi. Dengan skill ini Anda jadi pintar mengetahui keinginan klien sehingga punya strategi tepat agar mereka mau mendengarkan ide-ide Anda. Kemampuan Anda berkomunikasi juga menjadi modal Anda untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah. Karir yang tepat untuk si komunikator adalah di bidang marketing, public relation, atau bekerja di bidang agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila Anda suka: merah, hijau, dan hitam: Anda adalah investor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda punya pengetahuan yang baik dalam menilai uang dan tenaga, juga dalam hal melihat kontribusi yang diberikan tiap karyawan. Anda adalah orang yang suportif, dan punya kemampuan analitik. Karir yang tepat adalah di bidang keuangan, akunting, perbankkan, manajemen properti, manufacturing, analasis produksi, investasi, manajemen keuangan, konsultan, sales produk, atau mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila Anda suka: biru, oranye, dan coklat: Anda adalah aktivis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda punya kekuatan untuk membuat orang percaya, selain itu Anda juga bukan orang yang mudah percaya pada hal-hal tak logis. Pekerjaan yang cocok untuk Anda adalah pekerjaan yang memiliki dampak sosial serta profesi yang berkaitan dengan meningkatkan mutu sesuatu yang sudah ada. Pertimbangkan untuk berkarir di bidang engineering, pembangungan, atau membuat program, produk, atau perusahaan baru. Anda juga cocok berkarir di bidang sosial, pegawai pemerintahan, serta pelaksanaan hukum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-4345600895894498997?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/4345600895894498997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=4345600895894498997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4345600895894498997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4345600895894498997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/pilih-profesi-berdasarkan-warna-favorit.html' title='Pilih Profesi Berdasarkan Warna Favorit'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-9148134452440837765</id><published>2009-05-16T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T01:46:05.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Dilema Karier, Timbang Dulu Sebelum Memutuskan</title><content type='html'>Banyak keputusan yang harus dibuat dalam hidup kita, ada yang mudah, namun lebih banyak yang sulit. Tak terkecuali dalam pekerjaan. Tiga situasi berikut kerap menimbulkan dilema, tak tahu harus bersikap bagaimana. Berikut tips Marc Hertz, konsultan karir dari Robert Half International, agar Anda siap jika kelak menemui situasi yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Gaji rekan sekerja lebih tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja Anda melihat slip gaji rekan sekerja. Ternyata gaji rekan sekerja yang posisinya selevel dengan Anda jauh lebih besar dari jumlah yang Anda terima tiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Tahan keinginan Anda untuk menuntut penjelasan dari atasan saat itu juga. Menemui atasan karena alasan finansial, apalagi berdasarkan informasi yang sifatnya confidential, akan merugikan Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan jaringan kerja yang dimiliki untuk mencari informasi mengenai pasaran gaji untuk posisi Anda. Nah, berdasarkan informasi valid di tangan, ditambah dengan daftar prestasi serta kemampuan Anda selama ini, Anda bisa meminta penjelasan pada atasan mengenai perbedaan standar gaji. Tapi ingat, jagalah reputasi Anda. Hindari emosi yang meledak-ledak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Ditawari Pindah Kerja, Tapi Suka Pekerjaan Sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman menginformasikan ada lowongan untuk jabatan empuk di kantornya. Ia meminta Anda melamar dan berjanji akan memprioritaskan Anda dengan kompensasi yang lebih tinggi. Anda tergoda, tapi di lain pihak Anda terlanjur mencintai pekerjaan yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Keputusan pindah kerja memang bukan keputusan yang mudah. Galilah informasi lebih dalam lagi dari teman Anda, misalnya mengenai proses penerimaan, peraturan perusahan, jenjang karier, budaya perusahaan, kompensasi lain di luar gaji, dan sebagainya. Sehingga Anda bisa membuat perbandingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhlah setelah mendapat informasi Anda masih tertarik. Gunakan kesempatan wawancara untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai jenis tugas dan tanggung jawab yang akan Anda laksanakan. Bisa jadi gaji tinggi mencerminkan beban kerja yang tinggi pula. Dari sini Anda bisa menilai apakah pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kondisi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Kesempatan Mengerjakan Proyek Penting tapi Sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam rapat, atasan menginformasikan adanya sebuah proyek penting dari klien utama perusahaan. Atasan membuka kesempatan pada siapa saja untuk memimpin proyek ini. Sebenarnya ini merupakan tantangan yang menarik karena bila berhasil, maka karir Anda bisa terdongkrak. Tapi Anda tahu benar si klien adalah pihak yang sulit dan sangat perfeksionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;Bila selama ini Anda berambisi untuk meraih posisi lebih tinggi, tak perlu ragu memanfaatkan kesempatan emas yang terbuka di depan mata. Tetapi sebelumnya tanyakan dulu pada diri sendiri apakah Anda mampu dan mau mengerjakan tanggung jawab yang lebih besar di luar job desk Anda sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda merasa kurang optimis bisa memimpin proyek ini, bicarakan pada atasan kemungkinan Anda untuk bergabung dalam tim. Mintalah bagian penting dalam tim sehingga Anda bisa menunjukkan kemampuan sekaligus memaksimalkan skill.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-9148134452440837765?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/9148134452440837765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=9148134452440837765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/9148134452440837765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/9148134452440837765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/dilema-karier-timbang-dulu-sebelum.html' title='Dilema Karier, Timbang Dulu Sebelum Memutuskan'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-2213500510505851427</id><published>2009-05-14T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:32:12.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Kebiasaan yang Mengancam Karir</title><content type='html'>Mungkinkah sebatang rokok bisa merugikan karir? Mungkin saja. Selain kebiasaan merokok, menurut situs Yahoo HotJobs ada beberapa kebiasaan yang bisa mengancam posisi Anda di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Gaya hidup tidak sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merokok, hobi mabuk-mabukan, serta kebiasaan makan secara berlebihan termasuk dalam gaya hidup yang bisa merugikan karir. Apa pasal? Sekarang perusahaan lebih memilih karyawan yang sehat jiwa dan badannya karena bisa menghemat anggaran kesehatan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Suka ngambek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gampang ngambek, apalagi tanpa alasan yang jelas, menunjukkan bahwa sebenarnya Anda belum dewasa dan belum siap memasuki dunia kerja. Jadi, meski atasan kerap membuat Anda kesal, tahan diri untuk tidak bersikap emosional. Bila ada kesempatan yang tepat, Anda bisa mengungkapkan perasaan dengan cara yang bijak sehingga Anda tetap dinilai profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Ngaret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jauhkan sikap tidak disiplin dari kamus Anda. Berusahalah untuk menepati hal-hal yang sudah disepakati bersama, misalnya jam masuk kerja, waktu rapat, termasuk juga saat menyerahkan laporan pekerjaan. Sikap disiplin mencerminkan komitmen yang tinggi dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Malas membaca koran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan wanita lebih suka membaca majalah dan tabloid gosip. Padahal, dengan mengetahui isu-isu terbaru yang sedang hangat, wawasan Anda akan bertambah. Keputusan dan kebijakan perusahaan juga kerap dibuat berdasarkan fenomena yang sedang terjadi di masyarakat, seperti kenaikan BBM misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Malas bergaul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski tumpukan pekerjaan menghadang luangkanlah waktu untuk bergaul dan bersosialisasi. Berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan akan menambah jejaring yang pastinya akan berguna bagi pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tunggu apa lagi? Segera ubah kebiasaan buruk anda. Sekarang Juga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-2213500510505851427?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/2213500510505851427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=2213500510505851427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2213500510505851427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2213500510505851427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/kebiasaan-yang-mengancam-karir.html' title='Kebiasaan yang Mengancam Karir'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-7507654128140663710</id><published>2009-05-13T15:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T15:08:27.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Cemburu, Racun Bagi Karir</title><content type='html'>Rasa cemburu bukan hanya muncul pada hubungan asmara, tapi juga dalam hubungan kerja. Ketika posisi yang sudah lama Anda incar jatuh ke tangan orang lain, serta merta cemburu menguasai diri Anda. Begitu pula saat kita sedang sukses, bukan tak mungkin Anda menjadi sasaran kecemburuan rekan sekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tak diatasi, rasa cemburu bisa membuat hari-hari di kantor berubah menjadi beban yang menyebalkan. "Kecemburuan bisa jadi racun bagi karir. Jika Anda mengakui bahwa Anda cemburu, Anda bisa mulai mengatasinya," kata Johanna Rothman, penulis buku Behind Closed Doors: Secret of Great Management. Tak ingin rasa cemburu menghalangi kemajuan karir? Pertimbangkan tips berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda Cemburu&lt;br /&gt;* Kumpulkan catatan prestasi&lt;br /&gt;"Buat catatan prestasi Anda setiap bulannya. Ketika saya melakukan hal ini, saya menyadari bahwa kesuksesan yang didapat orang lain memang karena prestasinya. Dari catatan prestasi saya, kadangkala kita sadar bahwa kita tak cukup perform sehingga belum siap jadi manajer," papar Rothman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bicarakan dengan atasan&lt;br /&gt;Beredar gosip di kantor kemungkinan mutasi manajer Anda ke kantor cabang. Anda bisa mencoba bicara dengan atasan. Bawa catatan prestasi yang telah disumbangkan selama menjabat sebagai asisten manajer dan tanyakan kemungkinan Anda untuk menduduki posisi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tingkatkan kemampuan&lt;br /&gt;Daripada bersungut-sungut di belakang karena kecewa tak mendapat promosi lebih baik pelajari kemampuan apa yang belum Anda miliki untuk menjadi kandidat manajer. Tak ada salahnya berdiskusi dengan manajer yang baru bagaimana cara meningkatkan skill Anda. Perkaya wawasan dengan mengikuti pelatihan atau memiliki mentor yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda Dicemburui&lt;br /&gt;* Tetaplah rendah hati&lt;br /&gt;"Terkadang bukan kedekatan dengan pucuk pimpinan, gaji dan fasilitas, atau kenaikan jabatan yang membuat orang lain cemburu dan kesal, tapi lebih pada bagaimana cara kita bersikap," ujar Rothman. Jadi, sebagai pemimpin pemula Anda tak perlu mengubah sikap secara drastis, misalnya tetaplah bergaul seperti biasa dengan rekan-rekan kerja yang lain. Yang harus diingat adalah jangan membocorkan rahasia perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan minta maaf&lt;br /&gt;Memang Anda perlu bersikap rendah hati, tapi jangan merendahkan diri. Anda tak perlu meminta maaf kepada rekan-rekan kerja lain karena Anda terpilih untuk menduduki posisi atasan. Bersikaplah profesional. Seorang pimpinan yang ideal harus mampu menyeimbangkan antara tugas dan hubungan personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bawahan sebagai partner&lt;br /&gt;Atasan yang baik harus mau mendelegasikan tugas kepada bawahan dan memberikan contoh. Pandang bawahan sebagai partner untuk mencapai kemajuan perusahaan. Bila mencapai keberhasilan apalagi jika itu karena hasil kerja tim, jangan pernah mengakui itu sebagai prestasi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-7507654128140663710?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/7507654128140663710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=7507654128140663710' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/7507654128140663710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/7507654128140663710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/cemburu-racun-bagi-karir.html' title='Cemburu, Racun Bagi Karir'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-26725611313353658</id><published>2009-05-12T08:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T08:22:45.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Karir Mentok? Saatnya Melakukan Rebranding</title><content type='html'>Ingin sukses dalam pekerjaan? Bosan selalu jadi the invisible di kantor? Sudah saatnya Anda memaksimalkan daya jual dengan cara melakukan re-branding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sebuah produk yang penting, diri kita pun harusnya memilliki brand (citra) yang baik. Kalau selama ini brand yang melekat terlanjur biasa-biasa saja, maka Anda perlu merombak dan memperbaikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Handito Hadi Joewono, dari Branding Indonesia, peran brand sangat penting bagi setiap orang, khususnya para karyawan. Antara lain membuat kita mudah dikenal dan bisa membangun citra perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makin baik brand kita, makin luas networkingnya, kita bisa menjadi ambassador perusahaan, Pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan," papar Hadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jika memiliki brand yang baik kita tak hanya makin dikenal tapi juga ikut berkontribusi pada perusahaan dalam hal pencapaian visi dan misi perusahaan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan daya jual kita sehingga perusahaan akan melihat kita sebagai aset yang berharga. Ujung-ujungnya tentu saja kompensasi yang sesuai, baik berupa kenaikan jabatan atau gaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan re-branding, menurut Hadi ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan, yakni:&lt;br /&gt;1. Perumusan&lt;br /&gt;Pada langkah pertama ini kita perlu menentukan positioning yang ingin kita pilih. Maksudnya kita tentukan persepsi yang ingin orang lihat pada diri kita. Misalnya saja si pekerja keras, si suka membantu, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Brand Identity&lt;br /&gt;Menentukan identitas berarti kita perlu memilih simbol-simbol yang konsisten sehingga identitas ini akan melekat pada diri kita. Simbol yang dimaksud di sini ada yang berupa fisik atau penampilan yang menjadi ciri khas, misalnya selalu mengenakan kemeja lengan panjang yang digulung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula simbol yang non fisik, misalnya karakter atau perilaku, seperti humoris atau smart. Simbol non fisik juga termasuk nama panggilan. "Tentukan nama panggilan kita yang mudah diingat dan dikenal," saran Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunikasikan&lt;br /&gt;Setelah menentukan positioning dan brand identity, terakhir adalah mencari cara jitu untuk mempromosikan brand kita, baik di kantor atau di luar kantor. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, semisal selalu menyebutkan nama kita saat bertemu klien. Layaknya sebuah produk, ia akan makin dikenal jika terus diiklankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-26725611313353658?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/26725611313353658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=26725611313353658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/26725611313353658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/26725611313353658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/karir-mentok-saatnya-melakukan.html' title='Karir Mentok? Saatnya Melakukan Rebranding'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-1566902398070403409</id><published>2009-05-11T04:59:00.001-07:00</published><updated>2009-05-11T04:59:27.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Agar Gaji Tidak Cepat Habis</title><content type='html'>Easy come, easy go. Mungkin itulah slogan yang bisa menggambarkan tentang aliran uang. Rasanya baru gajian minggu lalu, kok minggu ini sudah habis? Diperlukan komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk bisa menabung dan tidak menghamburkannya begitu saja. Terlebih lagi jika Anda mesti menabung banyak uang untuk hal-hal yang ingin dilakukan dalam waktu dekat, misalnya pernikahan, kelahiran anak, dan lainnya. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan aliran uang Anda tetap dalam jalur yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selalu berpikir jauh ke depan! Buatlah daftar pengeluaran cukup besar yang harus Anda penuhi di masa depan. Misalnya; pernikahan, hari kelahiran anak, liburan, atau kuliah lagi. Anda bisa merencanakan sebuah prosedur tabungan khusus untuk hal ini, contohnya menyiapkan tabungan di bank yang ditarik secara otomatis dari tabungan yang selalu dimasukkan gaji per bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Buat perencanaan keuangan khusus untuk bulan dan tahun ke depan, sementara buat perhitungan pemasukan dan pengeluaran rata-rata per bulan Anda. Juga lihat pos-pos keuangan yang bisa Anda kurangi pengeluarannya. Misalnya, buatlah batasan jika tagihan telepon Anda membeludak, dan kurangi intensitas menelepon. Atau, jika Anda memiliki kecenderungan membeli setidaknya 1 baju atau 1 pasang sepatu tiap bulan, buat album koleksi pakaian dan sepatu Anda untuk memastikan dan meyakinkan diri bahwa Anda memiliki cukup pakaian yang bisa dipadupadankan tanpa perlu membeli terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Simpan bon dan kuitansi yang Anda terima. Baik itu pembayaran pulsa telepon di ATM, atau ongkos makan siang, lalu simpan dan hitung lagi pengeluaran Anda per harinya. Lalu bayangkan, apakah semua pengeluaran Anda itu cukup berarti? Atau masih bisa ditekan lagi? Mungkin Anda bisa mencari alternatif dari masing-masing pengeluaran tersebut. Mungkin dengan mencari makan siang di kantin saja, ketimbang ke foodcourt bersama teman-teman lain. Atau mungkin naik ojek saja ketimbang naik taksi jika jarak dari kantor Anda ke kantor klien tak terlalu jauh. Potongan kecil tapi sering bisa menjadi amat berarti jika dihitung per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hindari godaan! Ini dia yang paling sulit dihindari para wanita. Ingatlah: Hanya karena di mal sedang ada diskon besar-besaran, tak berarti Anda memerlukannya. Pikirkan masak-masak, apakah Anda akan benar-benar memerlukan barang yang akan Anda beli tersebut? Apakah sangat krusial? Apakah akan Anda gunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Menabunglah, tapi jangan lupa untuk memberikan "hadiah" pada diri Anda ketika tujuan Anda sudah terpenuhi. Buat target nilai tabungan Anda, lalu berikan hadiah jika sudah mencapai target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Simpan dan catat segala hal yang berkaitan dengan keuangan Anda. Jika bank mengirimkan catatan keuangan Anda, simpan. Jangan dibuang, apalagi jika tercantum nama lengkap dan data diri lainnya. Hal ini sekaligus untuk menghindari penipuan ataupun pencurian identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bahkan berlibur pun akan butuh biaya. Maka, tak ada salahnya untuk mulai menabung, ketimbang meminjam uang yang Anda tak tahu kapan bisa membayarnya kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-1566902398070403409?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/1566902398070403409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=1566902398070403409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1566902398070403409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1566902398070403409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/agar-gaji-tidak-cepat-habis.html' title='Agar Gaji Tidak Cepat Habis'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-4478092437232489693</id><published>2009-05-11T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T05:01:01.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>Kematangan Pribadi Dalam Memimpin di Masa Krisis</title><content type='html'>Dalam pandangan dan pikiran kebanyakan orang, ”kematangan pribadi” ditandai dengan keberanian memasuki jenjang perkimpoian, punya penghasilan sendiri serta lepas dari bimbingan orang tua. Namun terutama dalam situasi menekan, kritis dan berisiko, kita sendiri kemudian dapat menyadari ataupun menyaksikan bahwa tanggapan individu sering menunjukkan ketidakdewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang atasan bisa saja “mengecilkan” harga diri bawahannya sedemikian rupa, sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan posisi dan jabatannya, sehingga setiap individu yang menyaksikan kejadian tersebut bisa melihat bahwa sang atasan-lah yang tidak bijaksana.&lt;br /&gt;Seorang profesional pun bisa tidak mengakui kesalahan yang dibuat, bahkan menuding orang lain yang perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya. Artinya disini kita bisa menyimpulkan bahwa tidak bijaksananya individu disebabkan karena ia belum mencapai tingkat kematangan yang diharapkan baik oleh lingkungan maupun oleh dirinya sendiri. Kenyataan yang perlu kita simak bersama adalah bahwa kematangan itu tidak diturunkan dan bukan bawaan dari lahir. Tetapi benar-benar dipelajari dan dilatih dengan sepenuh hati. Walaupun seorang yang sudah berangkat matang, tapi akhirnya kemudian kematangannya bisa merosot karena berada di lingkungan yang bobrok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pakar Psikologi Kepribadian mendeskripsikan lima persyaratan tentang kematangan pribadi yaitu berpikir obyektif, berpikir positif, mampu mengendalikan dan menyalurkan emosi, bertanggung jawab serta mampu membina hubungan interpersonal yang harmonis dan konsisten dalam waktu yang relative panjang. Kemudian disebutkan : “Maturity is humility.It is being big enough to say “I was wrong”. And when right, the mature person need to experience the satisfaction of saying, “I told you so””.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pemilihan kandidat pemimpin eksekutif atau pejabat tertentu sering dilakukan “fit and proper test”. Hal ini dilakukan dengan melihat kematangan pribadi sebagai kriteria utama dalam pemilihan calon pemimpin tersebut. Ditemukan bahwa banyak kandidat yang pintar-pintar, namun justru yang dicari adalah pemimpin yang punya ciri kematangan yang disebutkan di atas. Dari pengamatan sehari-hari jelas bahwa ketidakmatangan yang disebutkan ini sering terlihat pada ketidakberanian pemimpin tersebut untuk mengambil keputusan, memaksakan pendapat, meng-”abuse” kekuasaan, serta ketidakmampuan membina hubungan antar manusia secara fair dan bertanggung jawab. Dan indikasi yang ditemukan adalah pernyataan dari orang lain yang bisa mencerminkan tingkat kematangan pimpinannya misalnya :”Bapak Joke mengambil keputusan yang sangat tidak bijaksana dalam mengelola masalah bisnis kita. Setelah lama menjabat , tetap tidak ada perbedaan yang atau perbaikan yang berarti dihasilkan buat organisasi kita”. Dan terlihat dari efek yang timbul adalah ketidakharmonisan dan juga kinerja yang tidak optimal di kalangan individu dalam organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kenyataan ini, kita bisa belajar bahwa pada dasarnya pendidikan dan kepintaran tidak selamanya berhubungan langsung dengan kematangan pribadi, terutama kalau individu mengembangkan fungsi-fungsi di dalam dirinya secara berat sebelah, misalnya saja banyak berpikir tanpa mengembangkan kepribadian dalam kehidupan seharihari di organisasi. Sering ditemukan dalam kesehariaan di organisasi perusahaan bahwa kenyamanan lingkungan kerja dapat menyebabkan orang tidak berani keluar dari lingkungan tersebut, memelihara sikap kebal dan pengecutnya, bahkan mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang tidak matang. Sosok pribadi tersebut hanya melakukan prinsip “play not to loose”, bukannya “play to win”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpulnya kesadaran yang dipelihara sering menyebabkan ketidakmampuan individu untuk berdialog dengan hati nurani atau kata hatinya , sehingga ia kehilangan kacamata objektif dan positifnya dan memang dibutakan dari realitas yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat ksatria yang dimiliki oleh budaya Jepang di zaman para samurai adalah tindakan “hara-kiri” (bunuh diri demi kehormatan). Di zaman modern seperti sekarang ini budaya tersebut tentunya bisa tampil dalam bentuk yang lebih elegan untuk tampil sebagai seorang ksatria yaitu : “Shame and Guilt”, alias malu dan bersalah, seperti tindakan yang bertanggung jawab atau bahkan mengundurkan diri dari seorang pejabat atau pemimpin atas kejadian yang dilakukannya atau dibawah pimpinanannya yang telah merugikan orang lain, perusahaan atau negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Introspection Moment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan prestasi yang langsung terukur (misalnya: pencapaian sales performance, peningkatan penguasaan pangsa pasar, peraihan aspek keuangan yang baik dan sebagainya), individu memang tidak bisa “pamer kematangan”dengan mudah, tetapi harus membuktikannya dengan tindakan yang teruji dari waktu ke waktu. Sikap objektif, positif, bertanggungjawab dan matang emosi hanya bisa ditakar dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang pimpinan ingin bersikap tulus, bijaksana, adil, jujur dan seimbang dalam memberikan arahan dan mendengar masukan dari orang lain, maka ia perlu menyelesaikan pergulatan dan konflik internalnya di dalam hati sendiri (vested interest) dengan “corporate values” dan selalu berusaha untuk memelihara harmonisasi dalam penyelesaian konflik tersebut dengan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal di lingkungan organisasi kita ini banyak orangorang pintar dengan pemikiran dan keahlian yang luar biasa, tinggal tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pemimpin atas diri masing-masing dengan menjadi individu yang memiliki pribadi matang. Sudah bisa dibayangkan fenomena ini akan menjadi “Flywheel Effect” yang bisa menjadi energi luarbiasa buat organisasi kita khususnya untuk bisa “survive in crisis mode” saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-4478092437232489693?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/4478092437232489693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=4478092437232489693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4478092437232489693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/4478092437232489693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/kematangan-pribadi-dalam-memimpin-di.html' title='Kematangan Pribadi Dalam Memimpin di Masa Krisis'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-5629511566775535910</id><published>2009-05-01T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T07:01:08.404-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Persepsi</title><content type='html'>Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal&lt;br /&gt;sebelumnya berpesan dua hal:&lt;br /&gt;pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu,&lt;br /&gt;dan kedua jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu: Inilah karena saya mengikuti pesan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.&lt;br /&gt;Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup,tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari,&lt;br /&gt;maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda&lt;br /&gt;jika kita melihat dengan postif attitude maka segala kesulita sebenarnya dalah sebuah perjalanan membuat kita sukses&lt;br /&gt;tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita .. pilihan ada di tangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1808533"&gt;kaskus&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-5629511566775535910?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/5629511566775535910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=5629511566775535910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5629511566775535910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/5629511566775535910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/05/pentingnya-persepsi.html' title='Pentingnya Persepsi'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-2170209948704629235</id><published>2009-04-16T23:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T23:53:20.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>KERJA IKHLAS = KERJA BODOH ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Dikutip dari sebuah milis.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman yang hampir semua hal diukur dengan materi, kerja ikhlas menjadi&lt;br /&gt;hal yang langka. Pelakunya pun kerap disebut orang aneh, orang antik atau&lt;br /&gt;orang yang melakukan hal bodoh. Kebanyakan orang di jaman ini memang bekerja&lt;br /&gt;dengan "tulus" tetapi tidak ikhlas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, apa bedanya Pak?", tanya para mahasiswa yang mengikuti kuliah atau&lt;br /&gt;seminar saya. Saya sering menjawab,"Tulus adalah singkatan dari TUjuannya&lt;br /&gt;fuLUS". Jadi bekerja karena motivasinya adalah untuk mendapatkan uang. Jika&lt;br /&gt;mendapatkan uang banyak maka bekerja keras dengan sangat baik, tetapi jika&lt;br /&gt;mendapat uangnya sedikit maka kerjanya asal saja. Hal inilah yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh kebanyakan orang. Bekerja untuk memperoleh imbalan yang setimpal dengan&lt;br /&gt;pekerjaan menurut ukurannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika bekerja dengan hati ikhlas, berarti bekerja dengan berdasarkan&lt;br /&gt;kasih dan kerelaan hati. Seperti matahari pagi yang selalu rajin tidak&lt;br /&gt;pernah terlambat selalu bersinar dan tidak pernah mengharapkan imbalan atau&lt;br /&gt;balasan kembali. Matahari juga tidak peduli apakah manusia mau menerima&lt;br /&gt;sinarnya atau bahkan menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang teman saya terjadi di&lt;br /&gt;Bandung beberapa waktu yang lalu. Kisah nyata ini dapat dijadikan suatu&lt;br /&gt;bahan renungan tentang keihklasan hati dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa yang baru lulus menjadi sarjana kedokteran di sebuah&lt;br /&gt;perguruan tinggi negeri terkenal di Bandung memilih untuk bekerja menjadi&lt;br /&gt;asisten laboratorium di almamaternya. Penghasilan yang diterimanya sebagai&lt;br /&gt;asisten lab sangatlah kecil, bahkan tidak mencukupi walau pun hanya untuk&lt;br /&gt;membayar biaya transportasi ke kampusnya. Tetapi dia mencintai pekerjaan&lt;br /&gt;menjadi asisten dan melakukannya dengan ikhlas karena memang mencintai&lt;br /&gt;pekerjaan mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa dia bodoh karena memilih bekerja menjadi&lt;br /&gt;asisten lab. Padahal sebagai sarjana kedokteran dari universitas negeri&lt;br /&gt;terkenal, dia memiliki peluang besar untuk bekerja di perusahaan swasta yang&lt;br /&gt;memberikan penghasilan berpuluh-puluh kali lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau orang tuanya pun mendesaknya untuk mencari pekerjaan lain, dia tetap&lt;br /&gt;memilih membantu almamaternya menjadi asisten lab. Semua hal itu dilakukan&lt;br /&gt;dengan hati yang ikhlas. "Pekerjaan ini membahagiakan hati saya", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat datanglah seorang profesor dari Jepang berkunjung ke universitas&lt;br /&gt;tersebut. Karena semua dosen sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,&lt;br /&gt;maka ditugaskanlah asisten lab tersebut untuk menemani dan membantu sang&lt;br /&gt;profesor selama berada di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten tersebut bisa saja menolaknya karena hal itu bukanlah tugasnya&lt;br /&gt;sebagai asisten lab. Dia tidak dibayar untuk hal itu. Tetapi dia memilih&lt;br /&gt;untuk tetap menerima tugas itu dengan hati yang ikhlas dan berusaha membantu&lt;br /&gt;sebisanya tanpa mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang, dia berusaha sebaik&lt;br /&gt;mungkin membantu sang profesor. Mengantarnya mencari makanan untuk makan&lt;br /&gt;siang dan makan malam, berbelanja oleh-oleh Bandung, berkunjung ke Gunung&lt;br /&gt;Tangkuban Perahu, dan tempat-tempat wisata lainnya. Dia selalu mengantar ke&lt;br /&gt;mana pun sang profesor ingin pergi dengan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari dia menjemput sang profesor dan mengantarkannya kembali ke hotel&lt;br /&gt;tempat sang profesor menginap. Sampai saatnya profesor itu kembali ke&lt;br /&gt;Jepang, sang profesor memberikan jam tangannya kepada asisten lab tersebut&lt;br /&gt;sebagai tanda terima kasih. Hati sang Profesor sangat tersentuh dengan&lt;br /&gt;keramahan dan keikhlasan hati asisten lab yang telah membantunya selama&lt;br /&gt;berada di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, sang profesor telah terlupakan dalam ingatan&lt;br /&gt;asisten lab tersebut. Dan dia masih bekerja masih bekerja ikhlas sebagai&lt;br /&gt;asisten di universitas tersebut. Hingga datanglah sebuah kesempatan beasiswa&lt;br /&gt;belajar kedokteran sampai jenjang S-3 dari sebuah universitas di Jepang bagi&lt;br /&gt;akademisi di universitas negeri di Bandung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen-dosen yang lebih senior segera mengirimkan aplikasi permohonan&lt;br /&gt;beasiswa ke universitas di Jepang tersebut. Tetapi ternyata oleh universitas&lt;br /&gt;di Jepang yang memberi beasiswa tersebut semuanya ditolak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sang Profesor di universitas Jepang itu yang menolaknya. "Saya&lt;br /&gt;hanya mau menerima dan merekomendasikan anak muda yang dulu pernah&lt;br /&gt;antar-antar saya selama saya di Bandung!", katanya dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang asisten lah yang mendapatkan kesempatan untuk meneruskan&lt;br /&gt;kuliah dengan beasiswa di Jepang. Dia melampaui dosen-dosennya yang lebih&lt;br /&gt;senior untuk mendapat kesempatan kuliah lebih tinggi. Kabar terakhir yang&lt;br /&gt;saya terima, saat ini dia masih sedang menyelesaikan kuliah S-3&lt;br /&gt;kedokterannya di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah nyata itu saya berkesimpulan bahwa kerja ikhlas bukanlah kerja&lt;br /&gt;bodoh, melainkan kerja yang sangat pintar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun dengan bekerja ikhlas kita tidak dipedulikan atasan kita, orang&lt;br /&gt;disekitar kita, atau tidak dipedulikan orang lain... tetaplah bekerja dengan&lt;br /&gt;x-tra kerja ikhlas! Faktor X ke tiga dalam fondasi kesuksesan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah! Bahwa walau pun semua orang di dunia tidak peduli dan menutup mata&lt;br /&gt;terhadap apa pun keikhlasan yang kita perbuat, tetapi Tuhan akan selalu&lt;br /&gt;peduli dan tidak akan menutup mata Nya kepada keikhlasan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang TEPAT Dia akan memanggil malaikat Nya, "Kat, Kat,&lt;br /&gt;malaikat...kasih BERKAT untuk orang yang ikhlas itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Ikhlas dimanapun anda berada...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-2170209948704629235?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/2170209948704629235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=2170209948704629235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2170209948704629235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/2170209948704629235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2009/04/kerja-ikhlas-kerja-bodoh.html' title='KERJA IKHLAS = KERJA BODOH ?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3101148871597343562</id><published>2008-12-24T19:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T19:34:34.394-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>To Do: What? Which One? How? What if? WTF?</title><content type='html'>&lt;h2&gt;If you want something done, do it yourself&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comment:&lt;/b&gt; Obviously true, and doing it is usually very good for your self esteem. A surprising amount of work can be done this way, and experts are not always necessary. However, there is a risk of becoming overworked if you try to do &lt;i&gt;everything&lt;/i&gt; yourself - we all need other people after all.  &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;Never procrastinate anything you can do right now&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comment:&lt;/b&gt; Very powerful. There are many things that can be fixed or solved with a minimum of effort, but are often pushed aside as unimportant. Unfortunately they won't go away, and in time the feelings of guilt for not having done them will make you even less likely of fixing the problems.  &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;When you have several things you could be doing  and don't know which to do: Just do any one of them!&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comments:&lt;/b&gt; If you cannot decide between two or more possibilities, then there is a good chance that the differences don't matter. However, most people begin to hesitate in this kind of situation. If you are conscious of this, you can just choose one choice randomly or according to some standard method.   &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;Always assume that you will succeed&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comments:&lt;/b&gt; If you don't expect to succeed in an endeavor, then you will not do your best and will not notice possible solutions, while if you feel that you will eventually succeed you will concentrate all your power at the problem. Of course, there is no point in attempting what you cannot do, a certain amount of self-knowledge is always needed.    &lt;hr /&gt;  &lt;h2&gt;If you can't find a solution, change the rules.&lt;/h2&gt; &lt;b&gt;Comment:&lt;/b&gt; Remember that there are no no-win scenarios.    &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;If you cannot do anything about something, there is no point in worrying about it.&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comment:&lt;/b&gt; Worrying is stressful, and in most situations doesn't accomplish anything - it just wastes energy. Instead of worrying about things, either do something about them or find ways around the problem. One useful idea is to write down your worries on slips of paper, and then put them away in a box. Regularly, once a week or so, you open the box and see what you can do about the worries that are still relevant. &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;Do not rely on conscious decisions for speed - Just Do It&lt;/h2&gt;  &lt;b&gt;Comments:&lt;/b&gt; The conscious mind is surprisingly slow, conscious choices and actions are delayed for a significant time (a reflex acts within some tens of milliseconds, an unconscious reaction to external stimuli circa 100 milliseconds and a conscious choice several seconds). The duty of the conscious mind is usually to inhibit rather than start action, and if you become too conscious of what you are doing in a tense situation you will hesitate or slow down. &lt;p&gt; It is a good idea to learn to rely on your non-conscious mind, since our conscious mind is slow and has very low bandwidth while the other systems in our brains have a tremendous capacity and actually do most of the real work anyway.  &lt;/p&gt;&lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;Don't try to explain away your actions for yourself&lt;/h2&gt; &lt;b&gt;Comment:&lt;/b&gt; While we often do things we do not want to explain our real motivations for before other people (out of fear of embarrassment, anger or loss of image), it is a bad idea to try to convince oneself that the motivation was anything different from what it was. It will only reduce your self-knowledge with deliberate misinformation, and it is often valuable to understand what motivations you have (even if you dislike them or would never admit them in public). &lt;hr /&gt; &lt;h2&gt;Listen to your intuition, but do not believe it unconditionally&lt;/h2&gt; &lt;b&gt;Comments:&lt;/b&gt; Intuitive or emotional thinking, analogies, "gut feelings" or "flashes of inspiration" can sometimes give fantastic new insights or show problems from a new direction. Unfortunately such thinking isn't always reliable, and quite often completely wrong! Such insights should never be accepted because you admire their beauty or they are intuitive, only because they fit with reality.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Source: http://www.aleph.se/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3101148871597343562?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3101148871597343562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3101148871597343562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3101148871597343562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3101148871597343562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/12/to-do-what-which-one-how-what-if-wtf.html' title='To Do: What? Which One? How? What if? WTF?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-8591416219626125124</id><published>2008-12-24T17:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T18:03:22.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Programming Quotations</title><content type='html'>I got these words from the internet using stumbleupon lol.. Ha! I'm stumbling eventually...&lt;div&gt;anyway, these are meaningful words bro..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Debugging is twice as hard as writing the code in the first place. Therefore, if you write the code as cleverly as possible, you are, by definition, not smart enough to debug it.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Brian Kernighan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“There are only two kinds of languages: the ones people complain about and the ones nobody uses.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Bjarne Stroustrup&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Any fool can write code that a computer can understand. Good programmers write code that humans can understand.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Martin Fowler&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“There are two ways of constructing a software design: One way is to make it so simple that there are obviously no deficiencies, and the other way is to make it so complicated that there are no obvious deficiencies. The first method is far more difficult.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- C.A.R. Hoare&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Most software today is very much like an Egyptian pyramid with millions of bricks piled on top of each other, with no structural integrity, but just done by brute force and thousands of slaves.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;-   Alan Kay&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Measuring programming progress by   lines of code is like measuring   aircraft building progress by weight.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;-  Bill Gates&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“If you want to set off and go develop some grand new thing, you don’t need millions of dollars of capitalization. You need enough pizza and Diet Coke to stick in your refrigerator, a cheap PC to work on and the dedication to go through with it.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- John Carmack&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Programs must be written for people to   read, and only incidentally for   machines to execute.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Abelson / Sussman&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Question: How does a large software project get to be one year late? Answer: One day at a time!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Fred Brooks&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Nobody should start to undertake a large project. You start with a small trivial project, and you should never expect it to get large. If you do, you’ll just overdesign and generally think it is more important than it likely is at that stage. Or worse, you might be scared away by the sheer size of the work you envision. So start small, and think about the details. Don’t think about some big picture and fancy design. If it doesn’t solve some fairly immediate need, it’s almost certainly over-designed. And don’t expect people to jump in and help you. That’s not how these things work. You need to get something half-way useful first, and then others will say “hey, that almost works for me”, and they’ll get involved in the project.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;em&gt;- Linus Torvalds&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-8591416219626125124?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/8591416219626125124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=8591416219626125124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8591416219626125124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8591416219626125124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/12/programming-quotations.html' title='Programming Quotations'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-1429226078552014953</id><published>2008-11-15T19:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T19:14:39.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Proud to be an Indonesian</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Saya mendapat tulisan ini dari sebuah email dari seorang teman, saya langsung terhenyak, merenung, dan merasa tergugah. Mudah2an ini bisa membangkitkan motivasi kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Proud to be Indonesian, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Proud to live in Indonesia, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Proud to be part of Indonesian, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;And Proud to show to your friends that you're proud of it !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Anda Berani dan Bernyali utk mengembargo diri sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Selamat Membaca dan Mari Mengembargo diri sendiri !!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara . Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu , english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Your country is so rich!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia . 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(regard, ABU HANA)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-1429226078552014953?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/1429226078552014953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=1429226078552014953' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1429226078552014953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1429226078552014953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/11/proud-to-be-indonesian.html' title='Proud to be an Indonesian'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3416164258996304151</id><published>2008-11-15T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T19:08:05.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>Reconnect Script untuk JDownloader dan USDownloader</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Khusus pengguna modem, baik itu modem konvensional, modem GSM, maupun modem 3G, ada kabar gembira buat kita. Yaitu Rapidshare telah memberlakukan Wait Time antar setiap download yaitu 15 menit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Lho? kok kabar gembira? Iya, karena pengguna modem dengan layanan telkomnet instan, telkomsel flash, IM3, maupun yang lainnya pada dasarnya memperoleh Dynamic IP. Sedangkan Rapidshare membatasi limit download berdasarkan IP (hayo... udah kebayang kan?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Masih belum terbayang juga? Begini, setiap kali habis mendownload file 100MB dari rapidshare, kita harus menunggu 15 menit sebelum mendownload file berikutnya. Rapidshare mengenali kita dari IP komputer yang kita gunakan. Ini bisa diakali dengan men-disconnect koneksi kita, kemudian reconnect kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Buat tukang download, yang biasa menggunakan USDownloader maupun JDownloader (Buat yang belum tahu apa USDownloader dan JDownloader, itu adalah tools yang bisa mendownload dari rapidshare, megaupload, dsb, secara otomatis, tanpa harus klik sana klik sini), bisa menggunakan script berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. :again&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);   "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. rasdial "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tsel Internet(Unlimited/Volume Based&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);   "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;)" /DISCONNECT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. rem ping -n 60 127.0.0.1 &gt;nul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4. rasdial "&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tsel Internet(Unlimited/Volume Based)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;5. ping google.co.id -n 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;6. if errorlevel 1 goto again&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: 'courier new'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;Penjelasan script:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 1: label yang akan digunakan pada baris 6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 2: command untuk disconnect&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 3: simple delay command&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 4: command untuk reconnect&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 5: tes reconnect apa sudah berhasil atau belum dengan ping ke google indo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;line 6: kalau gak bisa connect ke google, balik ke line 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;6 baris di atas save ke dalam file &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;reconnect.bat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;, untuk JDownloader konfigurasikan reconnect options anda untuk mengeksekusi file tersebut. Untuk USDownloader, tambahkan sebuah task pada scheduler options setiap kali 'Finish Download' untuk mengeksekusi file tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jangan lupa untuk mengganti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tsel Internet(Unlimited/Volume Based)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; sesuai dengan nama koneksi anda. Kalau bingung lihat di Start-&gt;ConnectTo-&gt;.... (nah ini nama koneksi anda).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Selamat mencoba...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3416164258996304151?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3416164258996304151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3416164258996304151' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3416164258996304151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3416164258996304151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/11/reconnect-script-untuk-jdownloader-dan.html' title='Reconnect Script untuk JDownloader dan USDownloader'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-1343816139400654443</id><published>2008-10-05T05:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T07:01:22.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>Password Protection dalam Excel</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;MS Excel memiliki cukup banyak pilihan untuk usernya dalam hal memproteksi file. Masing-masing proteksi ini memiliki tujuan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan. Kalau dihitung-hitung ada 5 jenis proteksi yang bisa kita gunakan untuk setiap file excel, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:549.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;File Open Protection&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yang berguna untuk mengunci agar file kita sama sekali tidak bisa dibuka tanpa password. Excel akan meminta password setiap kali file hendak dibuka dan file akan tertutup jika password salah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;File Read-Only Protection&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, password hanya diminta jika kita ingin menyimpan perubahan ke path aslinya. Namun user dapat memilih opsi read-only, namun tidak dapat menyimpan di path (lokasi + nama file) yang sama, jadi harus dengan path yang berbeda. Ini biasanya digunakan pada file yang digunakan rame-rame. Menurut saya agak kurang berguna, karena bisa saja user menyimpan dengan nama file lain kemudian meng-overwrite file aslinya melalui windows explorer (walaupun ini bisa dicegah dengan cara si empunya terus-menerus membuka file dikomputernya).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Worksheet Protection&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Proteksinya hanya kepada suatu sheet tertentu dan ada bermacam-macam opsi untuk proteksinya. Paling umum digunakan untuk meng-hide formula serta mengunci suatu range atau cell tertentu agar tidak bisa diubah oleh orang lain tanpa password.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Workbook Protection&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Kalau ini fungsinya tidak banyak, tapi hanya terbatas pada penguncian add/remove worksheet dan posisi window (normal/maximized). Proteksi ini juga dapat mencegah suatu sheet dicopy ke workbook lain (klik kanan pada tab worksheet lalu copy).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;VBA Protection&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Nah kalo yang ini biasanya berguna bagi yang suka macro ataupun VBA programming di excel (termasuk saya, he he). VBA Protection dapat memprotect agar semua coding (modul, sheet, dan class) tidak dapat dilihat oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l1 level1 lfo1; tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="   ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; proteksi di atas, yang kelima-limanya menggunakan password, tahukah anda bahwa yang dienkripsi dual key oleh excel hanyalah File Open Protection. Jadi untuk tiga sisanya (yang nomor dua di-skip lah, ga ada fungsi sebagai proteksi data koq) hanya sebagai formalitas saja. Ya, formalitas, karena saya sendiri dapat dengan mudah membuka semua proteksi, kecuali yang pertama. Oke, berikut saya coba share mengenai metode membuka passwordnya ().&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;File Open Protection, musti kudu harus pake brute force, atau paling tidak pakai patterned search.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;No comment (karena tidak ada yang perlu direcover kalo lupa).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bisa dibypass menggunakan VBA Macro/Add-in.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bisa dibypass menggunakan VBA Macro/Add-in.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bisa dibypass menggunakan Binary/Hex Editor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .25in left 549.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:.25in 549.0pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Untuk lebih lengkapnya anda bisa googling sendiri, ada banyak resource di luar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="   ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; yang membahas khusus mengenai ini. Saya memang tidak mengemukakan secara detail di sini, karena saya takut akan disalah gunakan, nanti situs ini dikira situs hacking lagi :). Namun bagi yang memang benar-benar butuh bantuan untuk recovery password, harap hubungi saya melalui email.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-1343816139400654443?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/1343816139400654443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=1343816139400654443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1343816139400654443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/1343816139400654443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/password-protection-dalam-excel.html' title='Password Protection dalam Excel'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-390614688039241829</id><published>2008-10-04T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T16:10:09.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>Top 5 Business Intelligence Tools (by vendor)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  ;font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Business intelligence (BI) has become a smorgasbord of user interfaces, with certain modules generating more excitement than others. Predictive analytics garners attention in its ability to save a company millions of dollars from a single, optimized decision. Meanwhile, dashboards excite executives, helping them to better manage the business, identifying trends and problems from multiple perspectives. Business query tools (often referred to as ad hoc) empower business analysts and power users to build their own queries to investigate exceptions and discover new opportunities for improving the business.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;With so many choices, where is a company to start on a business intelligence deployment and which module is the most important?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Different Modules for Different Users&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Different users require different tool capabilities as shown in the spectrum in Figure below. Certain tools will span multiple user segments. For example, OLAP is positioned as a tool for business analysts and information workers because of its ability to analyze vast amounts of data while slicing, dicing and drilling down. However, OLAP extends into the executives and managers segment, particularly when a dashboard provides the starting view. Under the covers, an OLAP engine provides navigation abilities and quick summaries such as top 10 products or top 10 customers.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc8wbimLHI/AAAAAAAAABA/k8B9_23QGLg/s1600-h/BI_Review_1.gif"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc8wbimLHI/AAAAAAAAABA/k8B9_23QGLg/s320/BI_Review_1.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253234293075225714" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Different Users Require Different Tool Capabilities&lt;br /&gt;Source:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Successful-Business-Intelligence-Secrets-Making/dp/0071498516/" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration:none;text-underline: nonecolor:#0077C7;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Successful Business Intelligence&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;In evaluating, selecting and deploying tools, one of the most important steps in the process is to understand which segment of user needs you are trying to fulfill and then match the tool to that segment. Just as you would not give a hammer to someone who needs a screwdriver, you should never give a production report tool to someone who, for example, needs a business query tool. The tools have distinct capabilities intended for a particular profile of user and application.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Determining Importance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The importance of any given module or tool depends upon the particular user or department. With so many vendors, tool modules and diverse user needs, IT is often forced to prioritize according to whoever shouts the loudest or which department has the biggest budget. In contemplating modules to deploy or expand, consider how much each module improves:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal"  style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:      auto;mso-list:l1 level1 lfo1;tab-stops:list .5incolor:black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;User reach and empowerment:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Currently, business intelligence      is used by only 25% of employees in any organization. See Figure below.      Putting relevant information in the hands of everyday decision makers is a      top priority for many IT departments.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc9Z9vqbjI/AAAAAAAAABI/Cyx8Y_06I1s/s1600-h/BI_Review_2.gif"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc9Z9vqbjI/AAAAAAAAABI/Cyx8Y_06I1s/s320/BI_Review_2.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253235006631472690" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Business Intelligence Usage and Company Size&lt;br /&gt;Source:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Successful Business Intelligence&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;survey results, 513 qualified responses&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal"  style="mso-margin-top-alt:auto;margin-bottom:      12.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list .5incolor:black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Stakeholder and user perception:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;IT is often perceived as a      gatekeeper to the data. When users can’t get to the data, they certainly      can’t make informed or fact-based decisions. Out of desperation, many will      ask to have all data dumped into Excel or Microsoft Access. This can lead      to some other problems. Consider which capabilities will have the most      positive impact on user perception. For some, that may be a dashboard. For      others, it may mean deploying a business query tool. And, there may be      other users who require real-time access via Excel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal"  style="mso-margin-top-alt:auto;margin-bottom:      12.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list .5incolor:black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ability to solve a particular      problem:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Demonstrating small wins is      important in any BI deployment; and if a particular module and tool      addresses an individual department’s analytic need quickly and easily,      then look for these opportunities. Whether or not the tool can later be      scaled to the enterprise is a consideration, but sometimes you need small      successes to be able to articulate the value of business intelligence for      the company as a whole.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal"  style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:      auto;mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list .5incolor:black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Value of the decisions:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Another way to evaluate the      importance of a particular BI capability is by assessing the value of the      decision optimized by business intelligence. This is where investments in      predictive analytics are most justified. If, for example, a retailer can      provide better online product pairings and recommendations, what is the      dollar value of the lift in sales? Advanced visualization tools can help      still other users more easily find otherwise hidden anomalies or optimize      a process by displaying data graphically. However, sometimes the aggregate      in value from the thousands of little decisions that, for example, a      single, parameterized report supports can be more significant.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;In multiple surveys, companies consistently rank the business query tool as one of the most successfully deployed BI modules. See Figure below. Of course, with any survey, success is often in the eye of the beholder. (The person with a nail will rate a hammer more important than a screwdriver!) To control for this, I looked at the overall success ranking by different user types.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc9oaqu2CI/AAAAAAAAABQ/jWSON6b6mO8/s1600-h/BI_Review_3.gif"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc9oaqu2CI/AAAAAAAAABQ/jWSON6b6mO8/s320/BI_Review_3.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253235254913587234" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Most Successful Aspects of BI Deployment&lt;br /&gt;Source:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Successful-Business-Intelligence-Secrets-Making/dp/0071498516/" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration:none;text-underline: nonecolor:#0077C7;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Successful Business Intelligence&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Survey respondents who described themselves as information consumers ranked fixed reports as most important, followed closely by ad hoc query tools. The fact that these information consumers rank business query tools as so important reflects that they too benefit from the ability of power users to create reports. For both power users and information consumers alike, business query tools allow the business to more quickly analyze information and respond to a rapidly changing business environment without having to rely exclusively on expert programmers or the IT department.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;This is not to say that fixed reports are not important. They are! One of the key reasons for failure with business query tools is that the vast number of reports, data sources and information elements can become overwhelming when the initial deployment does not contain fixed reports. Companies have to organize for a self-service reporting environment by ensuring an appropriate amount of governance remains in place.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Surprising to me is that integration with Microsoft Office applications such as Excel and PowerPoint is not more highly ranked. While I think users would like these interfaces to be better supported, I suspect that spreadmarts and subsequent data chaos are to blame. In other words, it’s not the tools that are the problem, but rather the way they are used. The latest versions of many BI suites and solutions from niche vendors provide much better Excel integration. As companies begin to take advantage of the newer ability to have live data within Excel, the success of these modules should move up in the ranking.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Organizing for Self-Service Reporting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Given the overall importance of business query tools within a total BI deployment, there are a couple of things to keep in mind when deploying these modules so that users are indeed empowered rather than overwhelmed.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The most important aspect to get right is the business metadata layer. This aspect has to be business-oriented and flexible. Ideally, IT and the business should collaboratively design the business meta layer; and in some companies, power users within the business maintain the metadata layer. Companies that make the metadata layer inflexible or controlled by an unaligned IT department often complain that users continue to create personal spreadmarts.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;While business query tools should enable the business to more rapidly investigate issues and explore new opportunities, chaos can follow if certain policies are not established early in a deployment. Shared reports need to be quality assured and centrally maintained. When they aren’t, then users will create dozens of variations of the same report. Too often, when IT hands over the report creation process to the business, they abandon previously established best practices for sharing reports. An unfortunate backlash occurs when the only reports that can be trusted are those developed by IT. To prevent this situation, IT must proactively monitor which reports are most frequently accessed and store these in a more controlled area. The business also should recommend report candidates for this shared area.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;There are a multitude of business intelligence tools available to suit every user’s work style. While the tools have evolved and matured in the last 20 years, using the right tool in the right way continues to be a key ingredient of the most successful deployments.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;/span&gt;Below are the five top most successful Business Intelligence tools by their vendors.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;1- Business Objects&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Business Objects continues its reign as the leading BI tools vendor. In 2006, the company’s software revenue in this market reached $894 million. In 2006, Business Objects experienced a slight slowdown in its BI tools license revenue growth. After gaining half a percentage point in share in 2005, the company gave it up in 2006. However, the latest information on the uptake of its Business Objects XI platform suggests a pickup in growth in the latter part of 2006 and early 2007. Business Objects is also making an aggressive push into the midmarket, where it targets organizations with less than $1 billion in revenue. The company’s partner network is one of its strongest assets, and this effort, which depends in large part on indirect sales, is expected to contribute to the growth of Business Objects’ BI tools.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;2 - SAS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;SAS was again the second-largest BI tools vendor, with $679 million in software revenue and a continued steady increase in market share to 11%. SAS had the&lt;br /&gt;highest growth rate among the top 3 BI tools vendors and the third-highest growth rate among the top 10 vendors. SAS still derives more revenue from its advanced analytics tools, but its effort to revamp and more aggressively market its QRA tools since 2004 has paid off, with QRA’s share of SAS’ total BI tools revenue increasing from 37% in 2004 to 44% in 2006. As the leader in the advanced analytics market, SAS holds 31% of that market segment.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;3 - Cognos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cognos maintained the third position in the BI tools market, with $622 million in software revenue and a 10% growth rate in 2006. It is also one of only three vendors with at least a 10% share in the BI tools market. Cognos has pursued a two-pronged strategy of developing and marketing BI tools and financial performance management applications, with recent expansion into other related performance management markets such as workforce analytics. Nevertheless, BI tools remain Cognos’ largest product line. In 2006, Cognos released several enhancements to its core BI platform. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;4 - Microsoft&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Microsoft had another strong year in the BI tools market, with the highest growth rate (28%) among the top 10 vendors. IDC’s revenue allocation for Microsoft in this market differs somewhat from other vendors in that its BI tools revenue is not only made up of standalone software that the company acquired with its 2006 purchase of ProClarity Software but also includes what IDC calls embedded BI tools that are bundled with Microsoft SQL Server. These database-embedded tools include SQL Server Analysis Services and Reporting Services. As part of its broader business analytics offerings, Microsoft also includes SQL Server Integration Services within SQL Server. Its other related tools that the company positions within the business analytics stack include Microsoft Excel, with specific Excel 2007 features for BI, and Performance Point Server, a set of performance management applications to be released in the second half of 2007.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Microsoft’s growth in the BI tools market can be attributed to focused sales and marketing efforts in recent years, accompanied by both internal R&amp;amp;D and aquisitions. While, in the past, Microsoft considered BI to be functionality that helps to sell databases and enhance its partners’ more extensive BI capabilities, the company has since identified BI as a market worth pursuing directly.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;5 - Hyperion&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hyperion maintained its fifth position in the market, with a 5.2% market share and a 12.3% growth rate. Since releasing its latest BI platform, which incorporates the best of the Hyperion and former Brio components (in addition to certain new performance enhancements), the company has improved its standing in the BI tools market. Hyperion’s other major product line includes financial performance and strategy management applications, where company has been the market leader for years. In March 2007, Oracle announced its plans to acquire Hyperion. IDC sees the event as a positive development for both Oracle and former Hyperion clients.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Now it's all up to you folks. Which tools will you prefer?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-390614688039241829?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/390614688039241829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=390614688039241829' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/390614688039241829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/390614688039241829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/top-5-business-intelligence-tools-by.html' title='Top 5 Business Intelligence Tools (by vendor)'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOc8wbimLHI/AAAAAAAAABA/k8B9_23QGLg/s72-c/BI_Review_1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-8755074018434399903</id><published>2008-10-04T01:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:18:01.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Kartu Kredit/Pinjaman itu bagus/buruk?</title><content type='html'>Kartu kredit (Credit Card) dan Pinjaman (Loan) belakangan ini marak dikampanyekan di hampir semua bank di Indonesia, baik bank lokal maupun bank asing. Bahkan institusi non-bank pun juga ikut bermain di bisnis ini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang yang masih salah kaprah mengenai fungsi dari kartu kredit dan pinjaman yang ditawarkan. Ada yang menganggap sebagai kebebasan finansial (gesek sekarang, ngutang kemudian). Ada juga yang menganggap sebagai sesuatu yang patut ditakuti (takut ngutang, takut ngga bisa bayar).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahukah anda, bahwa dengan adanya kucuran kredit, roda ekonomi bangsa kita ikut terdorong maju  'lebih cepat'? Saya ambil contoh, misalnya anda ingin membeli mobil. Anda bisa saja menabung sampai kemudian uang anda cukup, baru membeli mobil yang anda idam-idamkan. Akan tetapi, jika anda menggunakan fasilitas kredit, artinya anda membeli mobil itu &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;sekarang&lt;/span&gt;, dealer mobil pun mendapat keuntungan &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;sekarang&lt;/span&gt;, pabrik mobil pun mendapat keuntungan &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline; -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;sekarang&lt;/span&gt;, vendor dan supplier pun mendapat keuntungan &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;sekarang&lt;/span&gt;, begitu juga karyawan dari dealer, pabrik, dan supplier menjadi lebih sejahtera &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;sekarang&lt;/span&gt; karena penjualan tercapai, dan pada akhirnya mereka juga akan membelanjakan/berinvestasi &lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;sekarang&lt;/span&gt;, dan ujung-ujungnya mungkin akan sampai juga ke bidang perusahaan tempat anda bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari sisi anda sendiri, anda juga dapat membeli sesuatu yang anda inginkan, dan membayarnya kemudian dengan cara dicicil sehingga lebih ringan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak bilang bahwa budaya ngutang itu bagus, tapi bisa menjadi alternatif yang ikut memajukan roda ekonomi nasional asalkan masih dalam kewajaran. Kalau semisalnya tidak mampu membayar cicilan, sebaiknya tunda dulu pengeluaran anda, jangan asal gesek kartu kredit. Jangan sampai istri anda komplain karena membaca tulisan ini lho.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-8755074018434399903?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/8755074018434399903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=8755074018434399903' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8755074018434399903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8755074018434399903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/kartu-kreditpinjaman-itu-bagusburuk.html' title='Kartu Kredit/Pinjaman itu bagus/buruk?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3108663097824691959</id><published>2008-10-03T23:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:17:28.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Sales = Pekerjaan Rendahan?</title><content type='html'>Sebelumnya maaf jika judul artikel ini agak menimbulkan kontroversi. Tetapi artikel ini justru bermaksud untuk meluruskan pendapat sebagian besar masyarakat kita yang menganggap bahwa pekerjaan menjadi sales adalah pekerjaan yang kurang bonafide.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mantan bos saya dulu, pernah berujar, "Menjadi seorang Sales adalah suatu kebanggaan. Tanpa Sales, tidak akan ada penjualan. Tanpa Penjualan, tidak akan ada perusahaan.".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua pekerjaan pada dasarnya adalah penjualan. Seorang ahli komputer menjual kemampuannya mengenai komputer. Seorang ahli MIS menjual keahlian menganalisa data. Seorang Akunting menjual kemampuan menyusun laporan keuangan. Begitu juga Sales, yang menjual suatu produk barang maupun jasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjadi seorang sales, berarti menjadi seorang wirausahawan. Karena umumnya Sales tidak digaji pokok, namun dibayar berdasarkan hasil penjualannya. Banyak orang mencibirkan hal ini, karena mereka pada dasarnya hanya melihat dari sisi 'bawah'-nya saja, bahwa sales tidak mendapat gaji. Tapi kebanyakan orang lupa, bahwa penghasilan seorang sales dapat melebihi seorang CEO, dengan catatan jika mereka berhasil. Artinya, range gaji seorang sales adalah 0 sampai sekian ratus juta, bahkan lebih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, perusahaan juga biasanya memberikan jenjang karir yang jelas untuk setiap sales. Kriterianya sudah pasti: siapa yang bisa konsisten berjualan dengan volume tinggi, akan mendapat kenaikan karir yang lebih baik dari sisi tunjangan, fasilitas, dan insentif. Percaya atau tidak, banyak sales yang mencapai level vice president dalam waktu kurang dari 10 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di dalam pekerjaan saya yang berhubungan dengan payroll, saya sering melihat kesuksesan dari seorang sales. Rata-rata kesuksesan mereka dihasilkan dengan jerih payah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Yah, lumayan lah mas, Saya jadi bisa beli Rumah, Mobil, dan istri, he he he.. " hus, yang terakhir itu bercanda lho. Itulah sepenggal kalimat dari seorang Sales di perusahaan saya yang sudah sukses meraih booking kartu kredit sampai dengan 100 kartu per bulan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, jangan anggap remeh kemampuan seorang sales. Saya mungkin tidak digaji oleh perusahaan jika tidak ada mereka. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi tim! Kabar baik? Luarr biasa...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3108663097824691959?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3108663097824691959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3108663097824691959' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3108663097824691959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3108663097824691959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/sales-pekerjaan-rendahan.html' title='Sales = Pekerjaan Rendahan?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-8569104021339435925</id><published>2008-10-03T20:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:15:13.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Googling half of my life</title><content type='html'>Well, it may sound a bit overspoken, but at least it's almost the truth Back to 9 years ago, since I was first introduced to Google Search Engine by a friend, Google fascinated me by its extremely long 'o' letters, which turned out to be it's index pages of my search criteria.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Since then, Google has always been my top search engine. Why not? it's extremely fast, no huge and no blinky advertisements. This was so important since at that time in my city, internet access wasn't as fast as not as nowadays, and internet was still expensive too. I had to pay each hour with IDR 10000 (~US$ 2). And I was still a student, heck! I won't waste my time just to load those sluggish ad banners.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Years I've spent with google were countless. Google wasn't actually my homepage though (my homepage was 'about:blank' he he), but I always rely on google when I need to find anything in internet: jobs, scholarships, prices, computers, books, lectures, programming, tools for downloads, you name it! My friend often questioned me: How did you find it? I said, "Google". And yes, it's still very fast now.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;And Google is not just a search engine, It can search any thing (forum, groups, images), and it also provides freewares! I once needed a tool to design my house. I used visio at first, but when I downloaded Google Sketchup, wow, I can draw my design within minutes. I also find out, that Google toolbar, Google Earth/sky, Google Chrome, and even google pack are extremely awesome tools. I've downloaded them all and use them in my pc and laptop.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Google has become a very important part of my life. When my first daugther was born, I find every articles regarding birth and baby care. And now, I blog with google. Perhaps some day I can work with google? ha ha, who knows. I heard that Google cares so much to their employees. It is my privilege if I can work there, and I am sure that everyone agrees that Google is one of the best company in the world.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well, this writing is dedicated to google. And I hope Google can always be the best, to it's customers, clients, employees, shareholders, and to all communities. Keep up the good work. Thanks for being part of my life.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-8569104021339435925?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/8569104021339435925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=8569104021339435925' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8569104021339435925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8569104021339435925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/googling-half-of-my-life.html' title='Googling half of my life'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-805041092231491131</id><published>2008-10-03T18:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:19:20.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>25 Great Salary Negotiation Tips (Negosiasi Gaji)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;From the moment you make initial contact with any company or organization you wish to work with, you are in negotiation. You may not be discussing money openly, but you are making a permanent imprint on the minds of the hiring authorities.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Delay all discussions of salary until there is an offer on the table.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;You are in the strongest negotiating position as soon as the offer is made.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Know your value. You must know how you can contribute to the organization. Establish this in the mind of the hiring manager.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Get employers enthusiastic about your candidacy, and they will become more generous.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;There is no substitute for preparation. If you are well prepared, you’ll be confident, self-assured, and poised for success.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Prior to going into employment negotiations, you must know the average salary paid for similar positions with other organizations in your geographical area.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Prior to going into employment negotiations you must know, as best you can, the salary range that the company you’re interviewing with will pay, or what former employees were earning.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;9.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Prior to going into employment negotiations, you must know your personal needs and requirements, and how they relate to numbers 7 and 8 above.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;10.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Remember, fringes and perks, such as vacation time, flex time, health benefits, pension plans, and so on, have value. Consider the “total” salary package.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Salary negotiations must be win-win negotiations. If they’re not, everybody loses in the end.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Be flexible; don’t get hung up on trivial issues, and always seek compromise when possible.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Listen carefully and pay close attention. Your goals will most likely be different from the goals of the employer. For instance, the firm’s main focus might be “base salary.” Yours might be “total earning potential.” So a win-win solution might be to negotiate a lower base salary but a higher commission or bonus structure.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;14.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Anticipate objections and prepare effective answers to these objections.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;15.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Try to understand the employer’s point of view. Then plan a strategy to meet both the employer’s concerns and your needs.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;16.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Don’t be afraid to negotiate out of fear of losing the offer. Most employers expect you to negotiate as long as you negotiate in a fair and reasonable manner.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;17.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Always negotiate in a way that reflects your personality, character, and work ethic. Remain within your comfort zone.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;18.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Never lose control. Remain enthusiastic and upbeat even if the negotiations get a little hot. This might be your first test under fire.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;19.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Play hardball only if you’re willing to walk away from, or lose, the deal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;20.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;What you lose in the negotiations will most likely never be recouped. Don’t be careless in preparing for or conducting the negotiation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;21.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Be sure to get the offer and final agreement in writing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;22.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;You should feel comfortable asking the employer for 24 to 48 hours to think about the deal if you need time to think it over.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;23.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Never link salary to personal needs or problems. Compensation should always be linked to your value.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;24.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;Understand your leverage. Know if you are in a position of strength or weakness and negotiate intelligently based on your personal situation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:27.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 27.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;25.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;End salary negotiations on a friendly and cheerful note.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-805041092231491131?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/805041092231491131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=805041092231491131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/805041092231491131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/805041092231491131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/25-great-salary-negotiation-tips.html' title='25 Great Salary Negotiation Tips (Negosiasi Gaji)'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3580895896127169446</id><published>2008-10-03T18:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:20:16.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>25 Great Tips on using Internet in your Job Hunting</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;When typing your resume out with the intent of emailing, make sure it is in an ASCII format.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Use keywords heavily in the introduction of the resume, not at the end.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Keywords are almost always nouns, related to skills, such as financial analysis, marketing, accounting, or Web design.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;When sending your resume via email in an ASCII format, attach (if you can) a nicely formatted one in case it does go through and the reader would like to see your creativity and preferred layout. If you do attach it, use a common program like MS Word.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Don’t focus on an objective in the introduction of the resume, but rather accomplishments, using keywords to describe them.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Don’t post your resume to your own Web site unless it is a very slick page. A poorly executed Web page is more damaging than none at all.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Before you email your resume, experiment sending it to yourself and to a friend as a test drive.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Look up the Web site of the company you are targeting to get recent news information about new products, etc., and look for their job posting for new information.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;9.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Before your interview or verbal contact, research the company’s Web site. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;10.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Use a font size between 10 and 14 point, make it all the same for an ASCII format resume, and don’t create your resume for emailing with lines exceeding 65 characters.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;In case your resume may be scanned, use white paper with no borders and no creative fonts.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Include your email address on your resume and cover letter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Don’t email from your current employer’s IP network.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;14.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Don’t circulate your work email address for job search purposes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;15.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;In the “subject” of your email (just below the “address to” part), put something more creative than “Resume Enclosed.” Try “Resume showing 8 years in telecommunications industry” (if that is your chosen industry), for example.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;16.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;For additional sources of online job searching, do a “search” on the Web for job searching, your company, and your specific discipline for additional information.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;17.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Be careful of your spelling on the Internet. You will notice more spelling errors on email exchanges than you will ever see in mailed letter exchanges.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;18.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Try to make sure your resume is scannable. This means it has a simple font, no borders, no creative lining, no bold face, no underlining, no italics, and limited if any columning. Though the practice of scanning is overestimated, it should still be a consideration. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;19.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Purchase or check out of a library an Internet directory listing the many links to job opportunities out there. There are thousands.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;20.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;If you are using the email as your cover letter, keep it brief. If the reader is reading on screen, their tolerance for reading long information is reduced dramatically.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;21.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Always back up what you can on a disk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;22.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;If you post your resume to a newsgroup, first make sure that this is acceptable to avoid any problems with other participants.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;23.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Remember that tabs and spaces are the only formatting you can do in ASCII.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;24.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Make sure you check your email every day. If you are communicating via the Internet, people may expect a prompt return.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;25.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Arial"&gt;Don’t send multiple emails to ensure that one gets through. Try to send it with a confirmation of receipt, or keep a look out for a notice from you ISP that the message didn’t go through.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;quoted from "To Get You Hired" book.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3580895896127169446?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3580895896127169446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3580895896127169446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3580895896127169446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3580895896127169446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/25-great-tips-on-using-internet-in-your.html' title='25 Great Tips on using Internet in your Job Hunting'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-6439858681388434677</id><published>2008-10-03T18:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:20:16.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Career Development'/><title type='text'>25 Great Interviewing Tips</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .25in;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" ;font-family:Verdana;font-size:11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Relax. The employment interview is just a meeting. And although you should not treat this meeting lightly, don’t forget that the organization interviewing you is in need of your services as much as, or perhaps more than, you are of theirs.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The key to successful interviewing is rapport building. Most people spend their time preparing for interviews by memorizing canned responses to anticipated questions. Successful interviewers spend most of their time practicing the art of rapport building through the use of powerfully effective communicating techniques.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Prepare a manila folder that you will bring to the interview. Include in the folder:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:63.0pt;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:list 63.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;company information (annual reports, sales material, etc.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:63.0pt;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:list 63.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;extra resumes (6–12) and your letters of reference&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:63.0pt;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:list 63.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;15 questions you’ve prepared based on your research and analysis of the company&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:63.0pt;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level2 lfo1; tab-stops:list 63.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;a blank legal pad, pen, and anything else you consider helpful (e.g., college transcripts)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dress appropriately. Determine the dress code and meet it. If their dress is business casual, you still need to be dressed in business professional. Practice proper grooming and hygiene.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Shoes, of course, must be polished.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Wear limited jewelry.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Call the day before and confirm the appointment—it will set you apart.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Be certain that you know exactly where you’re going. Arrive in plenty of time. You should be at the receptionist’s desk 10–12 minutes before the scheduled interview.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Prior to meeting the receptionist, check your appearance. Check your hair, clothing, and general image. Test your smile.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Secretaries, administrative assistants, and receptionists often have a say in the hiring process. Make a strong first impression with them.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Look around the office and search for artifacts that disclose the personality and culture of the company—and possibly the interviewer. his information will be helpful in initially breaking the ice, when you first begin discussions.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Be aware of your body language. Sit erect, with confidence. When standing and walking, move with confidence!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Your handshake should be firm, made with a wide-open hand, fingers stretched wide apart. Women should feel comfortable offering their hands and firm and friendly handshakes. A power handshake and great smile will get you off to a great start.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Eye contact is one of the most powerful forms of communicating. It demonstrates confidence, trust, and power.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;15.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;During the interview, lean forward toward the interviewer. Show enthusiasm and sincere interest.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;16.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Take notes during the interview. You may want to refer to them later in the interview. If you are uncomfortable with this, ask permission first.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;17.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Be prepared for all questions, especially uncomfortable ones. Before the interview, script out a one-page response for each question that poses a problem for you, and practice repeating it until you’re comfortable with it.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;18.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Communicate your skills, qualifications, and credentials to the hiring manager. Describe your market value and the benefits you offer. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Demonstrate how you will contribute to the bottom line. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Show how you can 1) improve sales, 2) reduce costs, 3) improve productivity, or 4) solve organizational problems.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;19.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Key in on &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;specific accomplishments&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;. Accomplishments determine hireability. They separate the winners from the runners-up.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;20.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Listening skills are priceless! Job offers are made to those who listen well, find hidden meanings, and answer questions in a brief but effective manner.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;21.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Let the interviewer bring up salary first. The purpose of an interview is to determine whether there is a match. Once that is determined, salary should then be negotiated.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;22.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;There is no substitute for planning and preparation, practice and rehearsing—absolutely none.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;23.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Practice interviewing techniques using video technology. A minimum of five hours of video practice, preferably more, guarantees a stellar performance.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;24.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Close the sale. If you find that you want the position, ask for it. Ask directly, “Is there anything that would prevent you from offering me this position now?” or “Do you have any reservations or concerns?” (if you sense that). At the very least, this should flush out any objections and give you the opportunity to turn them into positives.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;25.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Always send a thank-you note within 24 hours of every employment meeting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:45.0pt;text-indent:-27.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 45.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;quoted from "To Get You Hired" book.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-6439858681388434677?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/6439858681388434677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=6439858681388434677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/6439858681388434677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/6439858681388434677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/25-great-interviewing-tips.html' title='25 Great Interviewing Tips'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-8215101801529867707</id><published>2008-10-03T17:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:15:45.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Apa itu MIS?</title><content type='html'>Ada berbagai versi mengenai pengertian MIS. Yang jelas, MIS merupakan salah satu posisi populer yang banyak dicari di hampir semua perusahaan saat ini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada yang menganggap MIS itu adalah IT, yang bertanggung jawab atas sistem komputer, network, printer, dll. Ada juga yang menganggap MIS itu adalah programmer, yang kerjanya membuat program, database, dan data entry. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa MIS itu adalah report atau laporan. Lho, jadi mana yang benar?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri, pernah berkecimpung di dunia MIS, dan sering mendengar berbagai definisi MIS dari internet, dari job description, dan dari bos (he he). Tapi saya lebih setuju bahwa MIS itu adalah instrumen, seperti yang dijelaskan di http://www.total.or.id sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Disingkat dengan MIS. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sistem Informasi Manajemen. Didefenisikan sebagai kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menhasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan management di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Atau, kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung manajemen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Istilah Management Information System (MIS) atau Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini banyak digunakan pada tahun 1980an hingga 1990an, yang menunjukkan sistem-sistem informasi fungsional, yaitu sistem yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Sistem Informasi Manajemen ini terdiri dari sistem informasi akuntasi, sistem informasi keuangan dan sistem informasi pemasaran. MIS sudah diterapkan di Amerika Serikat sejak awal tahun 1970an yang digunakan untuk memberikan infromasi kepada manajer-manajer fungsional. Istilah ini sudah kurang tepat untuk saat ini, karena sistem informasi telah berkembang melebihi kemampuan sistem informasi fungsional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seiring dengan pertumbuhan sistem informasi terpadu seperti ECS, SAP, Cognos, dan Sales Force. Dan juga pertumbuhan sistem analisis intelijen seperti SAS dan SPSS. Ditambah lagi dengan banyaknya sistem database (SQL Server), pemrograman Definisi MIS telah berkembang untuk meng-catter seluruh sistem namun fungsinya tidak hanya untuk men-support manajemen dari segi informasi dan fungsional, tetapi juga untuk men-support bisnis secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan demikian, MIS bertanggung jawab atas ketersediaan dan keberlangsungan (availability and accessibility) dari setiap informasi, analisis, dan sistem untuk semua level manajemen, untuk bisnis tertentu dalam suatu perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-8215101801529867707?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/8215101801529867707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=8215101801529867707' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8215101801529867707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/8215101801529867707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/apa-itu-mis.html' title='Apa itu MIS?'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1609262890104491108.post-3223536693499392861</id><published>2008-10-03T16:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T23:17:08.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My View'/><title type='text'>Dua keahlian penting di Dunia Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya ingat pada waktu SMP dulu (sekitar tahun 1996), Ayah saya sempat menyebutkan mengenai dua keahlian penting yang nantinya akan sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaaan, yaitu keahlian komputer (Computer Literacy) dan bahasa inggris (English). Padahal, boro-boro internet, dulu komputer belum sepopuler sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi 8 tahun kemudian, saya baru menyadari bahwa ternyata yang beliau katakan memang terbukti. Hampir semua iklan lowongan pekerjaan, terutama di perusahaan besar, mensyaratkan kita untuk menguasai Bahasa Inggris (minimal &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;writing&lt;/span&gt;) dan Komputer. Dan ini berlaku di hampir semua bidang, dari marketing, sales, finance, IT, audit, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;operation&lt;/span&gt;, apalagi manajemen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya seperti apa sih keahlian bahasa inggris dan komputer yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan? Jawabannya: "Tergantung".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, tergantung dari bidangnya, pada bagian Operation dan Finance memang biasanya keahlian komputer paling tidak harus menguasai MS Excel dan keahlian bahasa inggris cukup sebatas &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;writing&lt;/span&gt; saja. Sedangkan pada bagian marketing, dibutuhkan keahlian bahasa inggris yang mencakup &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;speaking&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;skill&lt;/span&gt; karena biasanya harus berhubungan dengan klien asing, sebaliknya pada keahlian komputer mungkin hanya sebatas menulis &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;log book&lt;/span&gt; dan menggunakan email saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, tergantung dari perusahaannya. Perusahaan multi negara yang memiliki domisili di berbagai negara mungkin akan mensyaratkan keahlian bahasa inggris 100%. Sedangkan perusahaan lokal, mungkin tidak sebesar itu komposisinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, tergantung gaji.. he he, nah kalo ini saya tidak bisa banyak berkomentar. Karena pada dasarnya dengan gaji yang lebih tinggi, ada tanggung jawab lebih yang dibebankan oleh perusahaan ke pundak kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, mudah-mudahan tulisan Saya ini dapat membantu teman-teman sekalian yang sedang mencari kerja di tanah air. Dan ingat, Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, selama kita ada kemauan yang kuat, pasti ada jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merdeka!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1609262890104491108-3223536693499392861?l=arisitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisitb.blogspot.com/feeds/3223536693499392861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1609262890104491108&amp;postID=3223536693499392861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3223536693499392861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1609262890104491108/posts/default/3223536693499392861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisitb.blogspot.com/2008/10/dua-keahlian-penting-di-dunia-kerja.html' title='Dua keahlian penting di Dunia Kerja'/><author><name>Aris Adrianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09336583952577464257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_giBESR6KYE8/SOauGX0-96I/AAAAAAAAAAM/loR52lUqTD4/S220/3286ec4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
