Story begins.....
Tidak terasa sudah 6 bulan lebih saya mencoba berhenti merokok dengan menggunakan Vaporizer atau Rokok Elektrik. Dan kali ini saya mencoba berbagi pengalaman saya ke sobat mudah-mudahan bisa meng-inspirasi yang heavy smoker seperti saya dulu :)
Ya, saya dulu bisa menghabiskan hingga 1.5 bungkus rokok Ma***ro Menthol per harinya lho.
Mau berhenti merokok? susah berhenti merokok? Sobat bisa ikuti metode saya. Awalnya saya mencoba untuk berhenti total tanpa alat bantu, tetapi ternyata di 3 hari pertama saya merasa sangat tersiksa, dan saya hanya berbekal 1 puntung rokok yang hanya di-emut-emut he he. Akhirnya saya mencoba alat bantu transisi berhenti merokok dengan yang namanya Vaporizer.Banyak orang yang awalnya mencibir (dan masih tetap skeptis sampai sekarang he he) dengan yang namanya Vaporizer, rata-rata hanya karena alat tersebut awalnya dikenal dengan nama "Rokok Elektrik". Jadi hanya karena ada embel-embel "Rokok"-nya, lalu langsung deh orang cap negatif. Nah, niat saya menulis ini bukan untuk berdebat mengenai benar atau salahnya, tetapi untuk pengetahuan sobat aja supaya gak kaget.
Siapkan mental, karena akan ada 2 kubu yang berseberangan dengan sobat:
1. Dari sisi non perokok
Biasanya mereka berpendapat bahwa vape itu berasap, dan karena itu tetap berbahaya. Dan sering kali mereka bilang "Katanya kan mengandung zat berbahaya". Nah kalau sudah gini sobat gak perlu ragu, saya sendiri sudah mencoba meracik dari semua bahan-bahan yang food grade semua, malah kadang saya campur dengan obat batuk. Dan Vape bukan alat pembakaran, tetapi alat penguapan. Jadi yang tampak seperti asap itu adalah uap. Dan kalau sobat ingin uapnya tidak kelihatan bisa juga kok, tinggal hisap, lalu telan:)
Yang penting, niatkan bahwa alat ini adalah hanya untuk transisi, bukan pengganti. Katakan juga bahwa, seburuk-buruknya Vape, apakah masih lebih buruk dari Rokok konvensional. Mintalah dukungan dari mereka supaya jangan men-judge negatif terlebih dahulu tanpa sumber yang valid, atau jangan-jangan mereka ingin sobat tetap merokok? Coba tanya deh yang jujur pasti mereka akan diam seribu bahasa he he he :)

2. Dari sisi perokok
Nah kalau dari sudut pandang perokok, biasanya mereka berpendapat bahwa Vape rasanya beda dengan rokok, jadi yang menggunakan Vape nantinya pasti akan beralih lagi ke Rokok konvensional. Mereka juga mengganggap bahwa Vape tidak lebih aman dari rokok. Nah sobat bisa mengatakan jawaban yang sama seperti saat menjawab keraguan dari non perokok di atas. Intinya sih, biasanya mereka hanya iri kok, karena teman rokoknya berkurang satu ha ha... Kalau begini, sobat bisa bilang bahwa tanpa merokok, dengan vape-pun tetap bisa jadi teman nongkrong atau teman ngopi kok.
Setelah 1 bulan lepas dari rokok, saya merasa addicted saya untuk merokok (terutama saat selesai makan), benar-benar hilang. Dan saya pun hanya ingin vaping saat benar-benar nganggur aja. Itupun bukan di tempat umum (males aja kalau ada yang nanya: "Itu apa yah mas" he he he). Jadi akhirnya saya justru menghindari tempat umum untuk vaping, dan hanya vaping di lokasi pribadi, yaitu toilet ( "Me Time" :), kabin mobil, dan kamar kerja di rumah.
Berikut adalah beberapa tips yang kalau akhirnya sobat memilih Vape untuk alat berhenti merokok:
2. Jangan beli yang mahal, beli yang murah aja dulu (saya beli yang 30 ribu 2 buah untuk cadangan), pelajari cara kerja vape dan cara merawatnya, supaya hemat. Percuma kalau pengeluaran untuk Vape akhirnya sama dengan rokok
3. Beli liquid yang biasa aja, sedikit-sedikit belajar bagaimana cara untuk meracik sendiri agar lebih aman. Pelajari apa isi liquid agar sobat lebih mengenal dan akhirnya lebih pede dengan liquid tersebut.
3. Beli liquid yang biasa aja, sedikit-sedikit belajar bagaimana cara untuk meracik sendiri agar lebih aman. Pelajari apa isi liquid agar sobat lebih mengenal dan akhirnya lebih pede dengan liquid tersebut.
4. Jangan terpengaruh 2 pihak di atas, karena keuntungan maupun resiko juga sobat sendiri yang menanggung. Dan berdasarkan pengalaman saya, lebih banyak manfaat nya kok dibandingkan mudharat, apalagi kalau dibandingkan rokok konvensional
5. Di minggu pertama, jangan langsung menjauhi komunitas perokok, tapi tetap bergabung tapi dengan menghisap vape. Pastikan selalu baterai vape dalam kondisi fully charged, dan liquid tank terisi cukup. Jangan pilih liquid ber-nikotin, atau turunkan kadar nikotin selama bertahap hingga nol. Nikotin akan membuatmu addicted dan susah terlepas dari vape nantinya.
6. Sobat bisa memanfaatkan aplikasi android / ios seperti QuitNow, StopSmoking, dsb. Yang bisa memotivasi sobat dengan kalimat penyemangat serta juga dengan informasi berapa banyak penghematan yang sobat sudah sejak hari pertama berhenti merokok.
7. Reward yourself, setelah beberapa lama, ajaklah orang kesayangan untuk makan bersama di tempat enak, atau beli barang tertentu seperti gadget, lensa, kamera atau lainnya sebagai hadiah untuk sobat. Usahakan nilai barangnya tidak melebihi penghematan yang sudah sobat lakukan. Percaya deh, sobat akan kaget sendiri dengan apa yang sobat bisa beli dari penghematan tersebut :)
8. Sediakan permen di kantong untuk cadangan :)
9. Nikmati hidup dengan lebih baik :)
5. Di minggu pertama, jangan langsung menjauhi komunitas perokok, tapi tetap bergabung tapi dengan menghisap vape. Pastikan selalu baterai vape dalam kondisi fully charged, dan liquid tank terisi cukup. Jangan pilih liquid ber-nikotin, atau turunkan kadar nikotin selama bertahap hingga nol. Nikotin akan membuatmu addicted dan susah terlepas dari vape nantinya.
6. Sobat bisa memanfaatkan aplikasi android / ios seperti QuitNow, StopSmoking, dsb. Yang bisa memotivasi sobat dengan kalimat penyemangat serta juga dengan informasi berapa banyak penghematan yang sobat sudah sejak hari pertama berhenti merokok.
7. Reward yourself, setelah beberapa lama, ajaklah orang kesayangan untuk makan bersama di tempat enak, atau beli barang tertentu seperti gadget, lensa, kamera atau lainnya sebagai hadiah untuk sobat. Usahakan nilai barangnya tidak melebihi penghematan yang sudah sobat lakukan. Percaya deh, sobat akan kaget sendiri dengan apa yang sobat bisa beli dari penghematan tersebut :)
8. Sediakan permen di kantong untuk cadangan :)
9. Nikmati hidup dengan lebih baik :)
Sekian pengalaman saya, semoga bermanfaat :)

No comments:
Post a Comment